Komedian sekaligus penyanyi dangdut senior Jaja Miharja mengungkap kondisi kesehatannya saat ini. Meski terlihat menggunakan kursi roda, ia tetap menjalani aktivitas syuting seperti biasa.
Saat ditemui di Studio FYP Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026), Jaja mengaku syuting menjadi salah satu hal yang membuatnya tetap bersemangat.
"Iya, bae," ujar Jaja saat ditanya soal kesenangannya menjalani syuting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian menjelaskan alasan di balik semangatnya tersebut. Menurutnya, dorongan hati menjadi faktor utama.
"Satu, itu. Yang kedua memang bawaan, ya. Hati. Hati yang ngebawa," kata Jaja.
Bahkan, keinginan untuk tetap terlibat dalam kegiatan syuting muncul begitu saja ketika ada kesempatan.
"Ya misalnya ada syuting-syuting, sudah pengin ngikut saja," lanjutnya.
Tak hanya itu, Jaja juga merasakan manfaat positif dari bertemu banyak orang di lokasi syuting. Ia menyebut aktivitas tersebut sebagai obat bagi dirinya.
"Iya, sehat. Jadi obat betulnya nih. Obat," ungkapnya.
Jaja mengakui dirinya memang menyukai suasana ramai. Terlebih di tengah kondisi kesehatannya yang belum pulih sepenuhnya.
"Ya kebeneran kan Ayah ini sekarang lagi sakit nih. Penyembuhannya ya memang mesti begini nih. Syuting, ada yang ngajak, apa segala macam," jelasnya.
Terkait kondisi terkini, Jaja menyebut kesehatannya sudah jauh membaik. Meski masih menyisakan keluhan pada bagian kaki.
"Sudah kalau seratus persen, ya sudah tinggal sepuluh persenlah. Sakit tinggal kaki saja nih. Kalau kaki bae, ya jalanin," ujarnya.
Baca juga: Senangnya Jaja Miharja Sudah Bisa Jalan Lagi |
Ia mengungkapkan rasa sakit tersebut sempat membuat bagian dengkulnya bengkak. Namun, Jaja memastikan kondisinya bukan disebabkan oleh asam urat.
"Sakit, sakit. Bukan, bukan asam urat. Pokoknya kalau kelamaan diri, sakit," katanya.
Selain itu, Jaja juga mengaku memiliki riwayat gula darah, meski menurutnya masih dalam batas yang biasa.
"Nggak, biasa saja kan. Paling tinggi ya dua ratusan. Iya," tuturnya.
Ketika kadar gula darahnya meningkat, Jaja mengaku tidak merasakan gejala yang terlalu mengganggu.
"Nggak ngapa-ngapain, pokoknya mah dibawa jalan saja," katanya.
Sebelumnya, Jaja sempat terlihat menggunakan tongkat. Namun kini ia kembali memakai kursi roda lantaran kondisi kakinya yang kambuh.
"Gitu, sakit. Kambuh," ujarnya.
Ia menjelaskan bagian kaki kiri menjadi sumber utama keluhan tersebut, sehingga membuatnya belum bisa berjalan dalam waktu lama.
"Kiri, kiri. Kalau jalan belum," pungkasnya.
(fbr/mau)











































