Tak ada tempat di negeri sendiri, tapi jadi rebutan di kiblat fashion dunia. Itulah ironi yang dialami model muda berbakat Raihan Fahrizal. Siapa sangka pria yang kini melenggang di panggung bergengsi Paris ini dulunya sempat dipandang sebelah mata di industri modeling Tanah Air.
Raihan Fahrizal mencetak sejarah dengan menjadi salah satu model pria pertama asal Indonesia yang berhasil menembus brand-brand high-end kelas dunia seperti Louis Vuitton (LV) hingga Yves Saint Laurent (YSL). Namun, di balik gemerlap lampu runway Prancis, tersimpan cerita pilu soal penolakan.
"Tidak diterima secara look sih di Indonesia sebetulnya. Kayak penampilan saya, tubuh saya tuh tidak terlalu disukai di sini," ungkap Raihan blak-blakan saat berbincang mengenai masa lalunya, saat ditemui oleh detikcom di Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ironis memang, standar kecantikan atau ketampanan industri fashion lokal justru menganggap fisik Raihan tidak menjual. Namun, apa yang dianggap kekurangan di dalam negeri justru menjadi 'harta karun' di pasar Eropa.
"Mungkin kayak secara look, karena saya berbeda dari yang lain dan ternyata market Eropa lebih suka yang seperti saya," tambahnya.
Meski sempat diragukan, Raihan tak pernah terpikir untuk menyerah. Baginya, perbedaan adalah kekuatan. Menembus persaingan global pun bukan perkara mudah bagi Raihan. Ia mengaku mentalnya benar-benar diuji saat harus bersaing dengan model-model top dunia lainnya.
"Mental tantangan terbesar. Karena kayak banyak banget model dunia di sana dan saya harus ada di tempat itu. Saya membuktikan diri dengan memperlihatkan sisi unik saya dan sisi unik looks Indonesia," tegasnya.
Kini, orang-orang yang dulu meragukannya mulai berbalik arah. Respek dan decak kagum kini membanjiri dirinya. Namun, Raihan tak mau jemawa. Ia mempersembahkan pencapaian ini sebagai kado untuk Indonesia.
Bagi anak muda yang merasa sering ditolak, Raihan punya pesan menohok. "Jangan pernah mundur, karena ketika kita mundur kita tidak tahu langkah satu, dua di depannya itu seperti apa. Jadi terus semangat," tutupnya.
(mau/mau)











































