Kabar duka datang dari keluarga musisi Anji. Ibundanya, Siti Sundari, meninggal dunia. Di balik kepergian tersebut, Anji mengungkapkan sejumlah wasiat terakhir yang sempat disampaikan sang ibu sebelum meninggal.
"Dan kemarin sebelum meninggal entah kenapa mama meninggalkan banyak wasiat-wasiat, baik kepada saya maupun kepada orang-orang di sekitar saya. Ya salah satunya adalah mama pengin pulang ke Bekasi," kata Anji di TPU Mangun Jaya, Tambun, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (27/3/2026).
Menurut Anji, keinginan itu tak lepas dari kedekatan sang ibu dengan lingkungan lamanya di Bekasi. Hal itu menjadi tempat ia telah tinggal selama puluhan tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Wika Salim: Max Adam Mualaf |
"Karena mama kan sebenarnya dekat sama banyak ibu-ibu yang ada di Bekasi. Sudah dari tahun '85 kan kami tinggal di Bekasi. Mama baru 3 bulan ini sama saya di Cibubur," ujarnya.
Anji menduga, keinginan kembali ke Bekasi juga berkaitan dengan momen Lebaran yang belum sempat dijalani bersama para kerabat dan tetangga. Namun, akhirnya para tetangga itu justru mengantar ibunya ke peristirahatan terakhirnya.
Tak hanya itu, sebelum Lebaran sang ibu juga sempat melakukan ziarah ke makam suaminya.
"Dia memang suka kangen-kangen gitu," kata Anji.
Ia menjelaskan, kepindahan sang ibu ke Cibubur sebelumnya, merupakan upaya keluarga untuk mengurangi rasa rindu terhadap almarhum suaminya yang dimakamkan di Bekasi.
"Makanya pindah ke Cibubur adalah salah satu upaya untuk membiasakan beliau supaya nggak di keadaan yang sama, karena di Bekasi kan sama bapak terus," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anji juga menyinggung perjuangan orang tuanya dalam membangun tempat ibadah di lingkungan tempat tinggal di Bekasi.
"Oh iya, memang itu... saya nggak tahu persis ceritanya tapi mungkin ada bapak-bapak dari DKM yang bisa mengonfirmasi," katanya.
Ia menuturkan, masjid tersebut sempat dirobohkan sebelum akhirnya dibangun kembali berkat tekad dan kebersamaan warga.
"Maksudnya memang dulu tuh masjid tuh pernah dirobohin. Terus entah modal dari mana, modal keyakinan bapak, almarhum bapak, dan dikuatkan sama mama juga bahwa 'Bisa, bisa, bisa nih kita bikin masjid baru'," ungkapnya.
"Bukan dari uang kami ya, bukan. Tapi maksudnya bersama warga, bersama warga mengusahakan untuk memiliki masjid baru yang lebih bagus. Dan alhamdulillah Miftahul Jannah jadi berdiri," pungkas Anji.
(fbr/wes)











































