Anji Cerita Kronologi Ibunda Meninggal: Pamit Mau Tidur

Anji Cerita Kronologi Ibunda Meninggal: Pamit Mau Tidur

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Jumat, 27 Mar 2026 11:29 WIB
Prosesi pemakaman ibunda Anji
Anji makamkan ibunda. Foto: febri/detikhot
Jakarta -

Kabar duka datang dari keluarga musisi Erdian Aji Prihartanto atau Anji. Ibunda Anji, Siti Sundari, meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (27/3/2026) pagi.

Anji mengungkapkan kronologi meninggalnya ibunda. Anji masih sempat memastikan langsung kondisi ibunda yang disebut sulit dibangunkan saat tidur di rumah.

"Terima kasih, terima kasih buat doanya," kata Anji di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan sang ibunda sempat dibawa ke IGD. Namun, ibunda dilarikan ke rumah sakit bukan karena mengalami kondisi kritis.

ADVERTISEMENT

"Jadi ceritanya sebenarnya Mama bukannya masuk IGD karena sakit lalu meninggal, bukan. Tapi kita bawa ke IGD karena sepertinya udah gak ada di rumah, gitu. Jadi sebenarnya Mama tuh memang punya penyakit jantung sama ginjal dalam pengobatan," jelasnya.

Menurut Anji, kondisi ibundanya terlihat sehat selama Ramadan hingga Lebaran. Bahkan saat halal bihalal keluarga, ibunda tampak bahagia menerima tamu yang datang tanpa ada keluhan.

"Tapi sejak Ramadan, terus terutama setelah Lebaran tuh Mama terlihat sehat karena beliau ketemu sama kakaknya, adik-adiknya," ungkap Anji.

"Keponakannya, sepupunya banyak, ramai gitu. Jadi pas lagi Lebaran, setelah Lebaran tuh kan kita ada halalbihalal keluarga. Mama saat itu gembira aja pokoknya, gak ada keluhan," lanjutnya.

Sehari sebelum meninggal dunia, Anji menyebut ibunda juga masih beraktivitas seperti biasa. Bahkan ibunda sempat berpamitan ingin tidur.

"Kemarin juga gak ada keluhan, orang pamitnya sama saya juga cuma mau tidur gitu," tuturnya.

"Iya di WhatsApp," sambungnya.

Ia menceritakan ibundanya masih sempat bercengkerama dengan keluarga dan kerabat sehari sebelum meninggal.

"Hari sebelumnya juga Mama dari rumah habis ketemu sepupu kami juga gitu, ngobrol sama Mama juga ketawa-ketawa, telepon-teleponan sama sahabat-sahabat saya," katanya.

"Gak ada masalah, terus besoknya juga gak ada masalah, ngobrol sama abang saya sampai jam 11 (malam), terus jam 11 sampai jam 3 ngobrol sama asisten saya, terus chat saya mau tidur," jelas Anji.

Kabar duka itu datang pada pagi hari. Anji sempat dikabari ibunya tak bangun-bangun.

"Terus tiba-tiba jam 7.20 saya dikabarin bahwa Mama gak mau bangun. Saya langsung lari karena alhamdulillah rumahnya dekat banget. Tepuk-tepuk, 'Ma, Ma, Ma, bangun Ma,' terus ngorok," ujarnya.

"Terus kayaknya udah hilang di situ karena sebelumnya saya masih ngerasain ada denyut jantungnya lemah, tapi setelah itu kayak pas banget lagi alhamdulillah lagi saya pegang," tutupnya.



(fbr/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads