Lagi heboh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto melibatkan influencer dan Gen Z dalam membangun desa. Artis Mandala Shoji memberi tanggapan terkait hal itu.
Mandala mengaku mendukung langkah Yandri Susanto mengajak influencer dan Gen Z turun langsung ke desa untuk melihat serta mengolah seluruh potensi yang ada. Sebab dengan hal itu, lanjutnya, pulang ke kampung akan jadi menarik.
"Saya ingin sekali desa itu sebagaimana Asta Cita ke-6 Pak Presiden, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Desa disebutkan secara spesifik makanya ada Kopdes, ada MBG. Peluang ini harus ditangkap anak muda, Gen Z," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mandala Shoji juga meminta Gen Z untuk tak malu berkunjung atau berasal dari desa. Hal itu dikarenakan nama kampungnya bisa terangkat oleh publik.
"Jangan sampai mereka malu menjadi atau berasal dari desa. Justru harus bangga karena potensi ada di desa semua. Beras, telur, semua kan dari desa," katanya.
Yandri Susanto sendiri bakal menciptakan Duta Desa Gen Z yang nantinya melakukan pendampingan langsung ke desa. Ia dan timnya tengah melakukan audisi secara terbuka di seluruh provinsi Indonesia.
"Saya ingin menciptakan entrepreneur-enterpreneur anak muda. Ini bukan sekadar gerakan entertainment saja, tapi benar-benar real untuk pelaku usaha di lapangan. Kita komitmen, kita dampingi mereka semua jadi pelaku usaha. Modalnya kita sambungkan dengan offtaker-nya. Kita mau memajukan desa, meningkatkan kesejahteraan warga," tuturnya.
Untuk mewujudkan hal itu, Kemendes PDT akan berkolaborasi dengan beberapa figur publik, seperti Mandala Shoji, juga Jessika serta Filda yang aktif di industri hiburan dan media sosial, saat audiensi. Pengalaman mereka akan dimanfaatkan untuk mempublikasikan karya-karya yang dihasilkan masyarakat sehingga nilai jual dan jangkauan pasarnya semakin bertambah.
"Duta Desa Gen Z nanti akan mendampingi Pak Menteri dalam kunjungan ke desa. Mereka akan berkontribusi untuk desa, menggerakkan kreativitas yang ada di desa, akan ada promosi dan publikasi. Setiap kegiatan akan terekspos sehingga nilai desa juga terangkat," ujar Mandala.
(mau/wes)











































