Bantah Lecehkan Istri Fauzi Baadilah, Imigrasi Sumpah Pocong

Bantah Lecehkan Istri Fauzi Baadilah, Imigrasi Sumpah Pocong

- detikHot
Selasa, 02 Okt 2007 14:14 WIB
Jakarta - Pada 26 September 2007 lalu, Fauzi Baadilah geram bukan kepalang. Istrinya Senk Lotta, batal bertolak ke Uzbekistan karena ulah petugas imigrasi.Ceritanya pada hari itu Senk ternyata tak membawa surat izin keluar Indonesia (exit permit). Petugas imigrasi Bandara Soekarno Hatta pun meminta Senk membayar denda. Awalnya disepakati sekitar Rp 1 juta. Namun belakangan melambung jadi Rp 5 juta.Tak hanya diperas, saat bertemu dengan petugas imigrasi, Senk juga merasa dilecehkan. Ia seperti dianggap PSK asal Uzbekistan sehingga dimintai uang banyak.Fauzi yang geram pun dengan semangat membeberkan aksi petugas imigrasi tersebut pada media. Ia menyebut dua inisial petugas imigrasi yang diduga melecehkan istrinya. Dua petugas tersebut adalah EG dan MY.Merasa ulah Fauzi mencemarkan nama imigrasi. Selasa (2/10/2007) salah satu pejabat imigrasi angkat bicara.Adalah Direktur Penyidikan dan Penindakan Keiimigrasian, Syaiful Rachman yang mencoba membersihkan nama departemennya. Syaiful membantah tuduhan Fauzi."Kedua petugas yang berinisial EG dan MY itu tidak pernah meminta sejumlah uang, itu aturannya sangat tegas," ujarnya di Kantor Ditjen Imigrasi, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2007)."Mereka pun siap untuk melakukan sumpah pocong," lanjut Syaiful seolah menegaskan kalau memang EG dan MY tak bersalah.Soal pelecehan, Syaiful berujar, hal tersebut sulit dibuktikan. "Ini agak sulit, karena senyum atau tertawa seseorang bisa dianggap melecehkan," tukasnya.Petugas imigrasi EG dan MY saat ini sudah ditarik dari Bandara Soekarno Hatta. Keduanya ditarik untuk menjalani pemeriksaan. Jika dalam pemeriksaan lanjutan tersebut keduanya terbukti bersalah, Syaiful berjanji akan menerapkan sanksi.Dalam jumpa persnya, Syaiful mewakili imigrasi, meminta maaf pada Fauzi dan Senk Lotta. "Saya sangat berterimakasih kalau mau datang dan menyelesaikan masalah ini dengan imigrasi," pungkasnya. (eny/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads