Kampus Beri Penjelasan soal Kecelakaan Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6

Kampus Beri Penjelasan soal Kecelakaan Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6

Desi Puspasari - detikHot
Rabu, 04 Feb 2026 21:09 WIB
Kampus Beri Penjelasan soal Kecelakaan Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6
Keisya Levronka bersama ibunda (kanan Keisya), Lexi (kanan ibunda), dan kakak, Garry Milano (kiri Keisya).Foto: Instagram @levihavron
Jakarta -

Universitas Tarumanegara (Untar) memberikan pernyataan resmi perihal kecelakaan yang dialami adik Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda. Lexi mengalami kecelakaan dua tahun lalu, jatuh dari lantai 6 gedung kampus saat mengikuti kegiatan organisasi.

Kantor Humas dan Multimedia Untar dalam pernyataan resmi yang diterima detikcom, menjelaskan soal pertemuan dengan keluarga Lexi Valleno.

"Universitas Tarumanagara (Untar) telah melakukan pertemuan dan dialog langsung dengan Keluarga Saudara Lexi Valleno Havlenda, termasuk pertemuan terakhir pada Selasa, 3 Februari 2026 di Kampus Untar. Dalam rangkaian pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah menyampaikan kronologi peristiwa, pandangan, serta harapan masing masing secara terbuka dan konstruktif," dalam keterangan resminya, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak kampus memberikan penegasan insiden tersebut terjadi dalam kegiatan yang tak mengantongi izin resmi dari universitas. Kegiatan dilakukan pada hari Jumat, 29 Maret 2024, yang merupakan hari libur nasional, bertepatan dengan peringatan Wafat Isa Al Masih.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, operasional kampus tidak berlangsung sebagaimana biasanya, termasuk layanan fasilitas penanganan darurat.

"Untar menyesalkan bahwa peristiwa ini telah berkembang menjadi kegaduhan di ruang publik, khususnya di media sosial dan media massa, akibat beredarnya informasi tanpa penjelasan yang utuh dan menyeluruh," ungkapnya.

"Kondisi tersebut berpotensi membentuk opini publik yang tidak proporsional serta menciptakan persepsi yang merugikan institusi, sementara proses komunikasi dan penyelesaian secara dialogis telah dilakukan dan senantiasa terbuka," sambung keterangan resmi kampus.

Universitas Tarumanegara menegaskan proses penyelesaian yang berlangsung bukan merupakan bentuk keterlambatan maupun pengabaian. Proses dialog dan pembahasan dilakukan secara cermat dan bertanggung jawab karena melibatkan berbagai pertimbangan akademik, kelembagaan, serta berbagai pihak, sehingga tidak dapat diselesaikan secara tergesa-gesa.

Pihak Untar menyampaikan harapan terbaik agar Lexi Valleno Havlenda dapat tetap melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya. Untar menegaskan fokus institusi adalah pada keberlanjutan pendidikan Saudara Lexi Valleno Havlenda, dukungan pemulihan fisik termasuk melalui bantuan dana, serta pendampingan psikologis, agar yang bersangkutan dapat melanjutkan studi hingga menyelesaikan pendidikan dan lulus sebagai alumni Untar sebagaimana mestinya.

Akan tetapi, Untar dalam penjelasannya mengatakan keluarga Lexi tidak bersedia menerima dukungan bantuan yang mereka upayakan. Pihak kampus mengatakan akan menghormati keputusan keluarga Lexi.

"Untar berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan solusi yang paling tepat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi semua pihak terkait. Namun, Untar menghormati keputusan pihak Keluarga Lexi Valleno Havlenda yang tidak bersedia menerima dukungan bantuan yang telah kami upayakan. Untuk itu, kami berusaha mencari alternatif penyelesaian agar penanganan peristiwa dapat dicari jalan keluar secara objektif, adil, dan sesuai dengan ketentuan hukum serta tata kelola institusi yang berlaku," penegasan dalam keterangannya.

Pihak kampus janji akan menjalani semua proses penyelesaian masalah ini dengan bertanggung jawab, transparan, dan konsisten, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan, profesionalisme, dan kepastian hukum, serta mengedepankan kepentingan pendidikan.

Ibu Keisya Levronka Buka Cerita Kecelakaan Anak

Ibunda Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, membuka cerita soal putranya, Lexi Valleno Havienda, yang mengalami kecelakaan saat mengikuti acara organisasi di kampus, melalui akun Instagram pribadinya.

Levi menuliskan dalam unggahan di feed Instagramnya, peristiwa Lexi jatuh dari lantai 6 gedung kampus pada April 2024. Saat itu, Lexi sedang mengikuti kegiatan latihan caving (susur gua) dan kegiatan tersebut dilakukan di gedung kampus.

Ibunda menuliskan, Lexi dilarikan ke rumah sakit terdekat dan satu yayasan dengan kampus. Namun, pertolongan pertama yang diberikan kepada Lexi membuat ibunda syok.

"Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online," tulisnya.

"Pertanyaannya adalah kenapa tidak panggil ambulans sedangkan panggil taxi online pun sama-sama butuh waktu untuk menunggu. Dan, kenapa anak saya diangkat dan didudukan, yang mungkin jika itu tidak dilakukan cederanya tidak fatal seperti ini," sambung Levi.

Lexi mengalami cedera, seperti tulang ekor remuk, ginjal kanan trauma benturan dan bergeser, paru-paru terendam cairan, syaraf area panggul sampai kaki kanan tidak berfungsi, dan terdapat sobekan pada hati.

Selama satu tahun penuh Lexi harus menggunakan kateter dan kursi roda. Dia juga harus tidur di atas kasur dekubitus demi kenyamanan tulang ekornya. Sampai sekarang Lexi juga harus dibantu oleh suster pribadi.



(pus/nu2)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads