Badai rumah tangga yang menerjang Della Puspita dan Arman Wosi beberapa waktu lalu meninggalkan bekas mendalam. Sempat digugat cerai secara mengejutkan, Della mengaku kini memiliki prinsip hidup yang jauh lebih tegas. Martabat sebagai perempuan, baginya, tak bisa lagi ditawar.
Della Puspita menegaskan tak ingin kembali larut dalam rasa takut atau terjebak dalam drama lama. Ia menyadari, selama ini dirinya terlalu banyak menahan dan memikirkan berbagai hal hingga akhirnya justru membuka celah untuk diperlakukan tidak semestinya.
"Kalau buat aku sih kayaknya aku harus tambah tough lagi ya mulai sekarang. Jangan sampai aku bisa lagi dipermalukan gitu," kata Della Puspita saat ditemui di Studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bintang sinetron Pernikahan Dini itu mengungkapkan ketakutan justru kerap menghadirkan tantangan yang lebih besar. Karena itu, ia memilih untuk bersikap lebih santai dan menerima apa pun takdir yang datang, tanpa mengorbankan harga diri.
"Pokoknya sekarang aku lebih ke ya udahlah, masa bodo. Karena semakin kita takut kayaknya tantangannya semakin ada aja. Jadi aku ya kalau memang takdirnya begini ya jalanin aja," tuturnya.
Bagi Della, kebahagiaan dan rasa dihargai adalah hal utama. Ia memberi sinyal kuat tak akan ragu melangkah pergi jika ke depannya kembali mendapat perlakuan kasar atau tidak dihormati dalam pernikahan.
"Intinya gini sih ya, selagi aku merasa tidak menjadi perempuan yang mumpuni di pernikahan ya jalanin aja gitu. Pokoknya intinya jangan pernah nyakitin kalau nggak mau disakitin gitu aja," tegasnya.
Seperti diketahui, konflik rumah tangga ini mencuat pada awal Desember 2025 ketika Arman Wosi secara tiba-tiba mengajukan gugatan cerai talak terhadap Della Puspita di Pengadilan Agama Bekasi.
Saat itu, Della sempat menyatakan pasrah dan memilih tidak melawan gugatan tersebut karena merasa lelah berjuang sendirian. Namun, hanya berselang sekitar satu minggu, Arman Wosi mencabut kembali gugatannya dengan alasan emosi sesaat dan masih ingin mempertahankan rumah tangganya.
(ahs/nu2)











































