Perjuangan Hebat Ibu Raisa Andriana Lawan Kanker Sebelum Meninggal

Perjuangan Hebat Ibu Raisa Andriana Lawan Kanker Sebelum Meninggal

prih febriani - detikHot
Sabtu, 29 Nov 2025 10:02 WIB
Foto dokumentasi pribadi Raisa bersama ibunya dari Instagram.
Raisa dan ibunda dalam media sosial miliknya. Foto: Dok. Instagram/raisa6690
Jakarta -

Ibunda penyanyi Raisa Andriana, Ria Mariaty, meninggal dunia. Ia meninggal dunia usai berjuang melawan kanker yang diidapnya.

Kabar duka ini disampaikan Raisa dan kakak Raisa, Rinaldi Nurpratama, dalam Instagram Stories miliknya.

"Dengan penuh duka cita, kami ingin menyampaikan bahwa Ibu/almarhumah Ria Mariaty Binti Rachmat Ardiwinangoen telah berpulang ke Rahmatullah pada Hari ini pukul 07.19 WIB di RS Dharmais," tulisnya dilihat detikcom, hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Cinere, Depok. Keluarga memohon doa dari semuanya atas kepergian beliau.

"Kami memohon doa dari keluarga, sahabat, kerabat, dan semua yang mengenal beliau agar Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah. Mengampuni segala dosa dan kekhilafan, melapangkan kuburnya serta menempatkan di tempat terbaik di sisi-NYA," sambungnya.

Sebelumnya, Ria Mariaty, memang menjalani perawatan di rumah sakit atas kanker yang diidapnya. Semalam, keluarga juga berkumpul di rumah sakit.

Perjuangan ibunda Raisa melawan kanker terus dibagikan kakak Raisa, Rinaldi Nurpratama, dalam Instagram miliknya.

Dalam penuturannya, kondisi Ria Mariaty sempat membaik. Banyak perkembangan yang terjadi sejak terakhir kali melakukan kemoterapi.

"Semenjak terakhir kali Chemotherapy 29 April 2025 banyak sekali perkembangan Ibu, dilanjutkan dengan Imunoterapi 11 kali. Pada 11 September Ibu di check Pet Scan, Alhamdulillah hasilnya sangat positif, banyak kanker tidak aktif lagi, hanya sisa sedikit yang masih hidup," buka Rinaldi Nurpratama dalam Instagram miliknya dilihat detikcom, Selasa (30/9).

Tapi beberapa setelahnya, sang ibunda merasakan sesak napas. Rinaldi Nurpratama menuturkan ibundanya memang memiliki penyakit asma.

"Beberapa hari setelah itu Ibu mulai merasa sesak (memang punya asma), lalu tanggal 18 September kami antar untuk Imunoterapi ke-12 dengan keadaan sesak. Hasil darah menunjukkan banyak yg harus dikoreksi, dokter sarankan rawat inap. Setelah 5 hari tidak ada peningkatan, tanggal 22 September Ibu masuk HCU," katanya.

Tapi ternyata setelah tiga hari kemudian, sesak tersebut makin parah. Akhirnya dokter memutuskan memasang ventilator agar membantu pernapasan.

"Selama 3 hari sesak makin parah, kecemasan memperburuk, tanggal 24 September dokter putuskan pasang Ventilator agar pernafasannya dibantu. Setelah itu dilakukan Bronkoskopi, ditemukan saluran udara hampir tertutup oleh sel kanker aktif. Dokter langsung lakukan Cryosurgery, Ibu dipindahkan ke RS Dharmais 25 September, Alhamdulillah berhasil, jalur nafas dibersihkan. Namun Ibu tetap harus Radioterapi agar tidak tumbuh lagi," jelasnya.

Gak pakai lama, ibunda Raisa langsung menjalankan radioterapi pertama. Selang ventilator juga belum dicabut dari sang bunda karena, memang belum memungkinkan.

Rinaldi Nurpratama dan keluarga lainnya melihat kegigihan sang bunda untuk melawan penyakit kanker yang diidapnya. Mereka semua mengaku kagum dengan kegigihan ibundanya dalam melawan kanker.

"Di balik penderitaan dan sakitnya ventilator, kami dipertontonkan kekuatan dan daya juang luar biasa dari Ibu. Setiap hari Ibu bersemangat menjalani radioterapi dan tindakan medis untuk melawan penyakitnya," imbuhnya.

Raisa dan Rinaldi Nurpratama mengucapkan terima kasih atas doa serta dukungan kepada ibundanya.

"Dalam 38 tahun saya hidup melihat Ibu, inilah perjuangan terhebatnya. Ibu gak mau kalah, Ibu mau menang. Terima kasih kepada semuanya yang sudah mendoakan. Mohon maaf belum bisa membalas pesan satu per satu, tapi semua doa baik dan semangatnya sampai sekali ke kami dan Ibu," tutupnya.




(wes/dar)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads