Taufik Savalas Ingin Jadi Presiden Anak Yatim
Kamis, 12 Jul 2007 17:57 WIB
Jakarta - Taufik Savalas telah tiada. Heri, adik Almarhum baru menyadari bahwa kakaknya seolah punya firasat ia akan menemui ajal. Di hari yang penuh duka, Heri pun berbagi cerita.Selasa (10/7/2007) lalu, menurut Heri, Taufik pergi ke Makam Syeh Tubagus Ahmad Syeh Tubagus Uhluk, Desa Tengkelek, Serang, Banten. Disana, Ia melihat karpet di musholla kotor. Taufik pun membersihkannya. "Dia menyuruh beli karpet untuk gantiin karpet yang kotor," tutur Heri saat ditemui di kediaman Taufik, Villa Ilhami, Karawaci, Tangerang, Kamis (12/7/2007).Sebelum berangkat ke Serang, mantan penyiar radio itu juga memberi Heri uang untuk membeli buku pelajaran agama Islam. Buku itu akan diberikan untuk anak-anak yatim. "Kata-kata terakhir buat saya itu dia ngomong suruh jagain anak-anak. Yang penting 60 persen ajarin agama, 40 persen lepas aja," papar anak ke-8 dari 10 bersaudara itu.Heri pun mengungkapkan cita-cita almarhum kakaknya. "Dia pernah ngomong 'Gue ingin jadi presiden anak yatim aja'," lanjut Heri. Almarhum pun berencana membuat usaha kecil untuk anak yatim. Sayang, hingga ajal menemui, Taufik belum mewujudkan rencana itu.Sebagai adik, Heri menyimpan rasa bangga terhadap kakaknya itu. Katanya, taufik adalah saudaranya yang paling memperhatikan keluarga. Ia juga menomorsatukan kegiatan sosial, dibanding pekerjaannya. Pernah suatu kali, ayah dua anak itu memilih untuk ceramah tanpa bayaran, dan meninggalkan sebuah job dengan bayaran lumayan besar. Untung, menurut Heri, jiwa sosial sang Ayah menurun pada anak perempuan taufik, Adinda fatimah (5). (dit/dit)











































