Harry Potter Tamat, Penjual Buku Perang
Rabu, 20 Jun 2007 15:35 WIB
London - Seri terakhir Harry Potter sudah begitu dinanti-nanti. Jelang rilisnya 21 Juli mendatang, buku karya J.K. Rowling itu justru memicu 'peperangan' antara para penjual buku.Sejumlah penjual buku yang bergerak independen mengkhawatirkan penjualan seri terakhir Harry Potter, 'Harry Potter and the Deathly Hallows'. Mereka takut tak bisa memesan buku tersebut dalam jumlah banyak karena persaingan harga. Demikian seperti detikhot kutip dari Contact Music, Rabu (20/6/2007).Menurut para penjual buku independen itu, toko buku on line rata-rata bisa menjual dengan harga yang lebih murah. Dalam pandangan mereka, buku Harry Potter yang memang fenomenal itu kini bukan lagi sekedar buku, namun sudah menjadi alat mengeruk untung."Perang harga yang terjadi benar-benar konyol. Kalau mau kita semua bisa mencari keuntungan sebesar-besarnya," kata Tim Robinson dari Muswell Hill Bookshop, London.Penjual-penjual buku independen tersebut juga menuduh J.K. Rowling dan penerbit Harry Potter Bloomsbury mengambil keuntungan seenaknya. (eny/eny)











































