Ungu Labeli Chrisye 'Pejuang Musik'
Jumat, 30 Mar 2007 11:17 WIB
Jakarta - Profesional dan musisi sejati sampai akhir hayat, begitulah kesan grup band Ungu terhadap Chrisye. Label pejuang musik pun pantas dilekatkan pada musisi yang menutup usia di umur 57 tahun itu. "Dia itu fighter. Gue salut sama dia, bahwa dalam kondisi seperti itu dia tetap produktif. Dalam keadaan sakit masih profesional dalam bermusik," ujar Makki basis grup band Ungu kepada detikhot, Jumat (30/3/2007). Profesionalisme kerja Chrisye juga selalu terlihat dalam setiap shownya. Jika kini banyak musisi muda yang sudah malas soundcheck dan periksa kostum, Chrisye, dari awal karirnya, hingga pada saat kanker paru-paru menggerogotinya masih melakukan itu semua sendiri. Menurut Makki, Chrisye seakan tak mau dikuasai penyakitnya. Bahkan ketika syuting videoklip bersama tahun lalu untuk lagu 'Cinta yang Lain', Chrisye juga tetap semangat datang dengan kursi rodanya. Walau lokasinya terletak di daerah Cibinong yang cukup jauh, almarhum tetap terlihat semangat. Ia bahkan meminta sutradara tidak memperlakukannya seperti orang sakit dan mengarahkannya sesuai dengan cerita yang sudah direncanakan. Begitu juga ketika rekaman. Personel Ungu awalnya sempat deg-degan ketika harus berkolaborasi dengan legenda. Namun kesan 'angker' yang melekat, langsung sirna ketika bertemu secara langsung. "Orangnya easygoing banget. Sama sekali nggak senioritas. Malah nanya, lo maunya gimana, soalnya ini kan lagu elo," ujar Makki mengenang ucapan Chrisye ketika itu. Chrisye menurut Ungu adalah sosok musisi yang jadi idaman musisi lain. "Gue rasa semua musisi pengen kayak dia. Bisa bertahan dan terus dihormati oleh musisi lain. Bisa dibilang dia musisi idaman para musisi lainnya," pungkas Makki yang tengah menuju rumah duka. (fta/erk)











































