Hari Musik Indonesia
Pembajakan Masih Merajalela
Jumat, 09 Mar 2007 17:53 WIB
Jakarta - Pembajakan masih jadi masalah utama di dunia musik Indonesia. Pemerintah pun diminta persatuan artis penyanyi, pencipta lagu dan penata musik rekaman Indonesia (PAPRI) untuk memberi bukti nyata memerangi masalah itu. Dalam acara peringatan Hari Musik Indonesia yang digelar di Graha Pengayoman Depkumham, Kuningan, Jakarta, pihak PAPRI mengungkapkan keprihatinan soal pembajakan yang masih merajalela. Dijelaskan Ketua Umum PAPRI Dharma Oratmangun, padahal masalah pembajakan sudah ada hukumnya dan diatur oleh undang-undang, namun masalah itu masih jadi masalah utama di industri musik."Seharusnya ada restrukturisasi tata niaga industri musik tanah air. Pemerintah belum melihat musik sebagai ekspresi kebudayaan nasional, cuma dilihat sebagai hiburan saja padahal substansinya bukan itu. Jadi yang keliatan niatnya sih baik, tapi implementasinya belum baik," tutur Dharma kepada detikhot di acara yang juga dihadiri Vina Panduwinata dan Iga Mawarni ini. Merasa implementasi pemerintah itu kurang, PAPRI pun merekomendasikan sistem mekasnisme kontrol produk rekaman. Sistem ini sudah diungkapkan di depan DPR dan tanggapan itu dinilai Dharma cukup positif. "Sebenarnya dalam UU sudah ada, tapi nggak pernah mengimplementasikannya. Jadi, daripada susah-susah kita tawarkan sistem yang sudah jadi. Tanggapannya positif saat kami usulkan ke DPR," tandas Orat. (erk/erk)











































