Annisa Bahar Pasrah Ditolak Juwita
Rabu, 11 Okt 2006 14:08 WIB
Jakarta - Pedangdut Annisa Bahar pasrah dengan keputusan anak kandungnya, Juwita yang ternyata menolak tinggal dengannya. Juwita yang sempat diduga dieksploitasi mantan suami Annisa, Memo Sanjaya, lebih memilih hidup bersama Memo.Menindaklanjuti laporan Annisa Bahar atas mantan suaminya Memo Sanjaya, Senin (9/10/2006) Komisi Perlindungan Anak mengundang Memo untuk memberi klarifikasi. Undangan tersebut ternyata direspons pria yang berprofesi sebagai musisi dangdut itu dengan cepat.Selasa (10/10/2006) didampingi pengacaranya Vinanta Rudi dan anak hasil hubungannya dengan Annisa, Juwita, Memo datang ke KPA untuk bertemu Sekjen KPA Arist Merdeka Sirait.Dalam pertemuan tersebut Memo membantah dugaan eksploitasi yang dilayangkan padanya. "Bapaknya (Memo) membantah. Dia mengakui memang Juwita dibawa menyanyi, tapi bukan ke kafe tapi menyanyi kalau ada hajatan keluarga. Kalau memang pengakuannya begitu, itu hak bapaknya," jelas Arist saat dihubungi detikhot Rabu (11/10/2006).Pada dasaranya kata Arist lagi, Annisa saat berkeluh kesah ke KPA, lebih mengedapankan masalah hak asuh Juwita bukan masalah dugaan eksploitasi. Selama ini, sejak Juwita tinggal bersama Memo, pemilik goyang patah-patah itu mengaku kesulitan untuk mendapatkan akses bertemu dan berkomunikasi dengan putrinya tersebut.Setelah mendapat klarifikasi dari Memo, KPA dalam waktu dekat ini akan menggelar pertemuan dengan Annisa, Memo dan Juwita. Pertemuan itu diharapkan bisa mengatasi masalah Annisa."Di pertemuan itu akan kita buat kesepakatan bersama. Prinsipnya Ibu Annisa bukan minta pengasuhan. Dia hanya minta dibuka aksesnya untuk Juwita. Misalnya akses untuk memantau kesehatan atau membantu keungannya," ujar Arist.Sebenarnya saat bertandang ke KPA, Selasa (10/10/2006) Juwita sudah mengutarakan isi hati terdalamnya. Bocah perempuan berusia 10 tahun itu menyatakan tak ingin tinggal dengan Annisa."Saya hanya mau ikut papa yang punya kasih sayang pada Juwi (panggilan Juwita-red) sejak kecil. Juwi tidak bisa berpisah dengan papa sedetik pun," demikian curahan hati Juwita.Menurut Arist saat dihubunginya Selasa (10/10/2006) malam, Annisa mengaku pasrah dengan keputusan Juwita tersebut. Namun sebagai ibu, ia tetap meminta agar aksesnya untuk bertemu bocah yang baru saja dirawat di rumah sakit akibat radang otang itu, tidak ditutup. (eny/ine)











































