Sepakat Soal Anak, Tamara 'Usir' Rafly
Kamis, 31 Agu 2006 17:30 WIB
Jakarta - 'Perdamaian' yang dilakukan Rafly dan Tamara pada Selasa (29/8/2006) sore hingga Rabu (30/8/2006) pagi rupanya tidak berlangsung mulus. Tamara yang keberatan berbagi Rassya dengan Rafly, memberikan syarat-syarat jika suaminya itu ingin mendapatkan jatah yang adil mengenai Rassya.Pertama, Rafly harus keluar dari rumah mereka yang berada di Kemang, Jakarta Selatan, saat itu pula. Kedua, pria yang dinikahinya beberapa tahun silam tersebut harus mengganti biaya nafkah Rassya selama ikut dengan Tamara.Meski berat, Rafly menerima permintaan istrinya itu. Namun untuk meninggalkan rumah, pria berdarah Aceh tersebut meminta tenggang waktu untuk mengeluarkan barang-barangnya. Mengenai biaya kompensasi sendiri sempat terjadi tawar-menawar."Saya sempat memberikan nilai tertentu, tapi Tamara minta sekian. Akhirnya demi Rassya itu bukan hal yang prinsip buat saya," ujar Rafly yang menolak memberikan nilai rupiah yang diminta istrinya tersebut saat menggelar jumpa pers di kantornya, di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (31/8/2006).Menurut Rafly, awalnya dia agak keberatan dengan jumlah materi yang diminta Tamara. Pasalnya, dia merasa banyak kehilangan waktu bersama Rassya saat diambil Tamara. "Dia minta kompensasi uang, saya juga minta kompensasi waktu delapan bulan saya dengan Rassya," ungkapnya. Namun hal itu urung terwujud karena ditolak Tamara. "Saya merasa dipojokkan karena kesannya saya tidak menafkahi Rassya. Padahal peristiwa ini terjadi karena keputusan sepihak Tamara. Dia yang meninggalkan rumah," sesal Rafly.Setelah kesepakatan ditandatangani oleh Rafly, Tamara dan kuasa hukum masing-masing, Rafly meminta Tamara membuka akses ke sekolah Rassya. Dengan begitu, apa pun yang menyangkut Rassya di sekolah tersebut adalah tanggung jawab orangtuanya.Berdasarkan kesepakatan bersama juga, jika poin-poin yang telah disetujui dilanggar, pihak yang merasa dirugikan bisa menuntut secara hukum.Mengenai rumah, selanjutnya akan menjadi rumah bersama. Baik Rafly dan Tamara sama-sama berhak atas rumah tersebut. Untuk sementara, Rafly akan tinggal di rumah ibunya di kawasan Tirtayasa, Jakarta Selatan, atas permintaan Rasya. (ana/)











































