Kronologis 'Terdamparnya' Rafly-Tamara di Polres Jaksel

Kronologis 'Terdamparnya' Rafly-Tamara di Polres Jaksel

- detikHot
Kamis, 31 Agu 2006 16:07 WIB
Kronologis Terdamparnya Rafly-Tamara di Polres Jaksel
Jakarta - Di balik selesainya permasalahan soal Rassya, ternyata sempat terjadi kekisruhan antara Tamara dan Rafly. Makanya, Polres Jakarta Selatan menjadi pilihan tempat untuk menyelesaikan perseteruan tersebut.Pada pemberitaan beberapa waktu lalu, dikabarkan 'terdamparnya' Tamara dan Rafly di Polres Jakarta Selatan, kawasan Wijaya, Selasa (29/8/2006) lalu karena Rafly berniat menculik Rassya di sekolahnya. Namun hal tersebut dibantah suami Tamara itu.Dalam jumpa pers di kantor Rafly, Jl. Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (31/8/2006), Rafly menceritakan kronologis peristiwa tersebut.Pada Selasa (29/8/2006), Rafly telah mendapat kabar dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa dirinya bisa menjenguk putera semata wayangnya, Rassya. Maka hari itu pula dia berniat bertemu Rassya di sekolahnya di kawasan Pondok Indah.Setibanya di sekolah Rassya, Rafly menemukan anaknya itu sudah dijemput oleh supir Tamara. Karenanya, dia mengikuti mobil tersebut. Hingga suatu saat mobil yang di dalamnya terdapat Rassya berhenti karena supirnya hendak memberi gorengan.Kesempatan itu pun dimanfaatkan Rafly untuk bicara secara langsung dengan Rassya. Namun, keinginannya itu tidak bisa terwujud karena pintu mobil dikunci. Untuk itu, Rafly meminta izin pada supir Tamara untuk bicara pada Rassya, dan dikabulkan."Saya bilang, Rassya, Papa kangen. Tapi saat itu Rassya bilang bahwa dia belum boleh bertemu karena dilarang Tamara. Saya bilang, sekarang Rassya sudah bisa bertemu dengan Papa. Tapi Rassya bilang, mama kemarin masih bilang kalau ketemu Papa jangan ikut Papa. Kalau tidak percaya Papa telepon saja Mama," cerita Rafly.Saat itu Rafly menelepon Tamara, namun tidak diangkat. Kemudian Rafly menyuruh supir Rassya untuk menelepon Tamara. "Saat itu saya bilang ingin menyelesaikan masalah ini sekarang juga. Tapi dia bilang tidak bisa sekarang. Saya bilang saya maunya sekarang," bebernya. Tidak beberapa lama, Tamara datang ke tempat tersebut.Menurut cerita Rafly, dengan nada tinggi Tamara sempat menolak menyelesaikan masalah tersebut saat itu. "Saya bilang saya cuma mau dengan Rassya. Saya nggak mau dialih-alihin lagi," tegas Rafly. Hingga pada akhirnya Tamara menelepon kuasa hukumnya untuk membicarakan ini ke tempat yang dipilihnya, yakni Mapolres Jakarta Selatan di kawasan Wijaya.Selama lebih dari sepuluh jam, akhirnya Tamara dan Rafly menandatangani kesepakatan bersama. Semua itu disaksikan kuasa hukum masing-masing dari perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia."Jadi peristiwa tersebut bukan karena penculikan. Kalau ada, ngapain saya, Tamara dan Rassya di mobil Tamara saat menuju Polres Jakarta Selatan," imbuh Rafly meluruskan pemberitaan yang dianggap menyudutkannya. (ana/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads