Kesepakatan Hitam Putih Rafly-Tamara
Rabu, 30 Agu 2006 12:47 WIB
Jakarta - Perjuangan Rafly mendapatkan hak asuh anaknya, Rassya tidak sia-sia. Meski sempat tawar menawar soal waktu pengasuhan, akhrinya mereka puas dengan kesepakatan yang dibuat.Dalam pembicaraan yang berlangsung selama lebih dari 10 jam, awalnya Tamara menginginkan Rassya tinggal bersama Rafly hanya dua hari saja dalam seminggu. Namun pria berdarah Aceh tersebut menolaknya. Dia menginginkan pembagian yang adil."Yang terpenting adalah penandatanganan hitam putih. Seminggu bersama Mas Rafly, seminggu dengan Mbak Tamara," terang kuasa hukum Rafly, Muslih, saat dihubungi detikhot, Rabu (30/8/2006). Sebagai langkah awal, pekan ini Rassya akan tinggal bersama Rafly, pekan berikutnya dengan Tamara. Dan seterusnya bergantian. "Mudah-mudahan semua pihak mentaatinya," harap Muslih.Jika kesepatakan tentang anak sudah selesai, bagaimana dengan hubungan Tamara dan Rafly? Dalam pertemuan tersebut, Rafly dan Tamara sudah tak lagi bersitegang. Keduanya berkomunikasi cukup baik.Kendati begitu, tidak ada pembicaraan mengenai perceraian mereka. Keduanya menyerahkan permasalahan tersebut pada proses hukum yang saat ini masih menunggu putusan dari Mahkamah Agung. (ana/)











































