Dipicu Aksi Salib, Madonna Terancam Diculik
Senin, 21 Agu 2006 13:24 WIB
Moscow - Gara-gara melakukan penyaliban sebagai salah satu aksi panggungnya, keselamatan Madonna terancam. Sekelompok mafia Rusia mengancam bakal menculik Madonna jika ia jadi menggelar konsernya di negeri tersebut. Waduh!Tur 'Confession' yang digelar Madonna keliling dunia banyak mengundang reaksi keras. Salah satunya adalah karena dalam tur tersebut Madonna melakukan aksi salib. Sejak Mei lalu tur tersebut mulai digelar, ibu dari Lourdes dan Rocco tersebut dihujani kritik pedas teruatama oleh The Roman Catholic Church dan the Russian Othordox Church. Aksi salib di atas panggung tersebut dianggap pelecehan bagi umat Kristen. Namun wanita yang baru saja merilis 'The Confession of a Dance Floor' tersebut sepertinya tak ambil pusing. Dengan mantap ia meneruskan seluruh rangkaian konsernya tanpa mau mengurangi adegan penyaliban tersebut. Demikian postchronicle, Senin (21/8/2006).Nah, salah satu yang menentang keras aksi Madonna tersebut adalah kelompok-kelompok masyarakat di Rusia. Beberapa mafia Rusia bahkan mengancam akan menculik Madonna jika diva yang juga aktris tersebut juga menggelar konsernya di Moskow. Surat ancaman yang dialamatkan ke manajemen Madonna tersebut juga menyebutkan akan menculik kedua anak Madonna.Sang suami Guy Ricthie pun deg-degan dengan ancaman serius itu. Ia meminta pengamanan terhadap sang istri tercinta semakin diperketat.Permintaan itu ditolak Madonna, ia tak ingin dirinya dihantui oleh ketakutan yang tidak jelas. Bintang 'A League of Their Own' tersebut meminta sang suami dan manajernya Chris Lamb tak perlu khawatir akan keselamatannya. Ia juga menolak untuk membatalkan konsernya di Moskow. Ini bukan pertamakalinya keselamatan Madonna terancam. Tahun 2004 lalu, ia terpaksa membatalkan tiga konsernya di Israel karena sekelompok teroris mengancam akan membunuh Madonna dan kedua anaknya. (fta/)











































