Tamara Tak Ingin Diselamatkan Rafly

Tamara Tak Ingin Diselamatkan Rafly

- detikHot
Kamis, 13 Jul 2006 18:53 WIB
Tamara Tak Ingin Diselamatkan Rafly
Jakarta - Meski waktu telah bergulir dan hubungan keduanya semakin memburuk, Rafly yakin keinginan cerai Tamara bukan atas kemauannya sendiri. Tamara sedang dikondisikan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai pernikahan mereka awet.Tapi itu menurut Rafly. Dalam beberapa kesempatan, Tamara tetap pada kemauannya untuk bercerai. Bahkan di depan majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Februari lalu, ia mengatakan keputusan cerai bukan atas dorongan atau tekanan dari pihak lain. Tamara ingin cerai karena sudah tidak merasa cocok dengan suaminya itu.Hal ini kembali dikemukakan Tamara melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan untuk menjawab kasasi Rafly. Menurut Otto, kliennya tetap ingin bercerai dari Rafly, meski suaminya itu mengambil kasasi untuk mempertahankan rumahtangga mereka."Saya sudah tahu Rafly tidak ingin cerai, tapi Tamara tetap mau cerai," kata Otto ditemui di Hotel Mulia, kawasan Senayan, Kamis (13/7/2006). Menurut Otto lagi, pihaknya sudah menyiapkan jawaban memori kasasi yang dibutuhkan untuk menjawab kasasi Rafly di Mahkamah Agung.Selain soal rumahtangga, Tamara dan Rafly yang masih menjadi suami istri juga masih bergelut dengan persoalan hak asuh atas Rassya, anak mereka. Beberapa waktu lalu, Rafly yang masih belum bertemu Rassya menuduh Tamara telah menutup akses untuk bertemu anaknya itu.Diakui Otto, pihaknya memang telah menerima undangan dari kuasa hukum Rafly pada 1 Juli lalu untuk pertemuan di Ancol. Hanya saja, mereka tidak mengiyakan dan tidak dapat ke tempat pertemuan. karenanya, dia membantah pernyataan Rafly tersebut."Jika ingin bertemu Rassya, silahkan Rafly datang. Bukan kewajiban seorang ibu mengantarkan anaknya pada ayahnya. Seharusnya Rafly lah yang datang," ucap Otto. Namun ketika ditanya kemana, Otto tak menjawab.Mengenai campur tangan Komite Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPIA), Otto mengaku telah menerima undangan mediasi dari lembaga tersebut. Namun pihaknya belum menentukan kapan akan memenuhi undangan yang diharapkan semua pihak bisa menyelesaikan permasalahan anak itu. (ana/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads