Fanny Pikirkan Laporkan Taufik ke Polda
Jumat, 23 Jun 2006 18:17 WIB
Jakarta - Surat tidak dibalas, somasi tidak digubris. Fanny dan kuasa hukumnya mulai memikirkan untuk mengambil langkah hukum, hanya demi mendapatkan klarifikasi Taufik Hidayat.Penantian Fanny untuk mendapatkan klarifikasi Taufik Hidayat tampaknya sia-sia. Surat dan somasi yang dikirimkannya ke rumahnya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan Jl. Panglima Polim, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu tidak mendapat respons hingga Jumat (23/6/2006) ini.Langkah selanjutnya adalah mengadu ke Komnas Perlindungan Anak. Fanny dan kuasa hukumnya, Rusdianto Matulatuwa, meminta kejelasan mengenai nasib Excel."Kami ke Komnas Perlindungan Anak untuk mendapatkan kejelasan, apakah hal ini masuk dalam kasus penelantaran anak atau tidak," kata Rusdianto dalam jumpa pers yang digelar di salah satu kafe di Jl. Mpu Sendok Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Jumat (23/6/2006).Jika sudah mendapatkan kepastian, mereka juga tengah memikirkan untuk melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Hanya saja, keduanya masih memikirkan segi positif dan negatifnya. "Jika sudah ditangani polisi, agak sulit menyelesaikannya mengingat negara sudah ikut campur," sergah Rusdianto.Lagi-lagi, Fanny dan Rusdi meminta Taufik untuk klarifikasi benar atau tidaknya Excel adalah darah dagingnya. Bukti ada dalam tubuhnya, yakni DNA. Menurut Rusdi, jika Taufik tidak menutupi sesuatu, harusnya dia muncul dan memberi klarifikasi.Sementara itu, seorang keluarga dekat Amy menyatakan Taufik telah pulang dari Jerman, Sabtu (17/6/2006) lalu. Menurut sumber tersebut juga, keluarga besar Amy telah menganggap permasalahan ini adalah suratan hidup Amy yang harus dijalaninya. (ana/)











































