ADVERTISEMENT

Pilu! Kamasean Matthews dan Eltasya Natasha Cerita Pernah Jadi Korban Bullying

Hanif Hawari - detikHot
Senin, 08 Agu 2022 20:30 WIB
Kamasean
Pilu! Kamasean Matthews dan Eltasya Natasha Cerita Pernah Jadi Korban Bullying. (Foto: Instagram/@kamasean)
Jakarta -

Musisi religi Haddad Alwi memotori gerakan Indonesia Serasi. Gerakan yang bertujuan menjaga persatuan bangsa itu ia bangun bersama beberapa tokoh dan selebritas Indonesia.

Beberapa di antaranya ada Alissa Wahid, Ahmad Najib Burhani, Seto Mulyadi alias Kak Seto, dan Addie MS. Juga didukung oleh Giorgino Abraham, Daniel Mananta, Melly Goeslaw, dan banyak lagi.

"Bersyukur banyak tokoh dan public figure yang ikut mendukung gerakan ini, terima kasih," kata Haddad Alwi dalam konferensi.

Oleh karena itu, Haddad Alwi lewat Indonesia Serasi menghadirkan musik sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan persatuan. Sebab, musik dinilai mampu menjangkau semua kalangan.

"Musik bersifat universal sehingga bisa diterima oleh masyarakat dari berbagai golongan, tingkat ekonomi dan pendidikan apapun," tuturnya.

Sebagai pembuka, lagu pertama berjudul Indonesia Serasi dibawakan oleh Kamasean, Abraham Kevin, dan Ebith Beat A telah dirilis. Lagu tersebut rupanya diadaptasi dari dua lagu daerah Kalimantan Selatan, yakni Ampar-ampar Pisang dan Paris Barantai yang di-medley.

Pada kesempatan yang berbeda, Kamasean maupun Eltasya bercerita mengenai pengalamannya dibully, baik di media sosial maupun kehidupan nyata.

"Aku sering di-bully karena disebut berbeda dengan orang lain. Aku butuh waktu bertahun-tahun untuk sembuh," ungkap Kamasean Matthews.

"Aku semangat sekali. Kenapa? Karena gerakan ini penting untuk membantu kembali membangkitkan Indonesia usai pandemi. Lewat lagu ini, kita berharap perbedaan bisa diterima di masyarakat agar hidup serasi. Harapannya, pesan dalam lagu ini sampai ke pendengar," lanjut Kamasean.

Tak hanya lewat rilisan lagu dan kampanye massive di social media, gerakan Indonesia Serasi juga menginisiasi adanya sharing session untuk memberikan gambaran tentang bagaimana pentingnya menjaga persatuan di tengah kemajemukan yang ada di Indonesia. Beberapa waktu lalu, solois muda Eltasya Natasha didapuk untuk berbagi pengalaman pahitnya mengalami diskriminasi saat meretas jalan sebagai penyanyi sebagai perempuan berhijab.

Kepada awak media, ia mengaku sempat mengikuti ajang pencarian bakat bernyanyi, ia sempat disarankan untuk melepas hijab agar penampilannya lebih menarik. Padahal, ia merasa kualitas vokalnya sama sekali tak terpengaruh dengan penampilannya menggunakan hijab. Ia pun kemudian membuktikan diri dengan karier yang ia miliki saat ini.

Selain sudah menelurkan beberapa single di Indonesia, Eltasya Natasha juga terbilang sukses mencuri perhatian dunia internasional saat memenangkan kompetisi cover lagu On My Way yang diselenggarakan Alan Walker bersama PUBG Mobile di tahun 2019. Berkat karyanya itu, Tasya sampai mendapat pujian langsung dari Alan Walker yang dikenal luas sebagai salah satu produser musik kelas dunia.

"Secara pribadi pernah alami itu. Hate comment sering banget selain permasalahan dan perbedaan. Pastinya hal seperti itu nggak akan ada habisnya," papar Eltasya.

"Aku berusaha mengajak masyarakat, ayo kita sama-sama menghargai perbedaan. Kalau kita di-bully, kita bangkit dan tunjukkan dengan karya," tukasnya.

(hnh/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT