Arzeti Bilbina Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal Indonesia

Mauludi Rismoyo - detikHot
Selasa, 15 Mar 2022 17:30 WIB
Arzeti Bilbina
Arzeti Bilbina Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal Indonesia. (Foto: ist)
Jakarta -

Segera berakhirnya masa bakti dua periode Presiden Jokowi semakin menimbulkan perdebatan terkait penggantinya nanti dalam pilpres 2024. Arzeti Bilbina turut bicara mengenai hal tersebut.

Nama-nama besar yang disinyalir akan naik dalam pemilihan presiden Indonesia semakin bermunculan. Arzeti Bilbina juga punya kriteria ideal untuk pemimpin baru Tanah Air.

Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebutkan bahwa pemimpin Indonesia haruslah dapat dipercaya oleh semua kalangan masyarakat. Seperti halnya Gus Muhaimin Iskandar yang telah mantap naik dalam pilpres 2024 mendatang.

Bukan tanpa sebab, Gus Muhaimin sendiri diketahui memang sudah mendapat berbagai dukungan dari banyak lapisan masyarakat di Indonesia. Mulai dari Persatuan Keluarga Bugis di Surabaya, Komunitas Buruh Kerja Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ikatan Ustadz-Ustadzah TPQ Sidoarjo, hingga Komunitas Emak-emak Sidoarjo yang tergabung di wilayah Balongbendo (Sidoarjo).

Hal itu Arzeti Bilbina ketahui saat kunjungan ke Surabaya dan Sidoarjo. Ia sangat mengapresiasi dukungan mereka.

"Luar biasa sekali, Semoga dukungan dan doa-doa yang diberikan kepada Ketua Umum PKB Gus Muhaimin Iskandar bisa menjadi suntikan semangat bagi beliau untuk melayani Indonesia di masa akan datang," ujar Arzeti Bilbina.

"Kami sangat berterima kasih sekali atas dukungan masyarakat luas dari berbagai elemen untuk Gus Muhaimin," sambungnya.

Sebelumnya Arzeti Bilbina banyak bicara soal pandemi virus COVID-19. Ia menggalakkan vaksinasi ke berbagai daerah di Indonesia.

"Kita harus menuntaskan vaksinasi COVID-19 ini. Jangan sampai masyarakat kesulitan dalam mengakses vaksin ini, karena kurangnya informasi sehingga vaksin mereka tidak tuntas hingga dosis dua yang mengakibatkan tidak terjadinya kekebalan komunitas. Namun yang harus kita ingat, vaksin itu melindungi, bukan berarti kebal 100 persen sehingga abai protokol kesehatan," kata Arzeti saat dihubungi.

(mau/aay)