Barang Kesayangan Maura Magnalia yang Dimasukkan ke Peti: Minuman-Buku

Hanif Hawari - detikHot
Rabu, 26 Jan 2022 21:24 WIB
Isak tangis iringi prosesi pemakaman putri sulung Nurul Arifin, Maura Magnalia Madyaratri.
Suasana pemakaman Maura Magnalia Foto: Nahda Rizki Utami /detikcom
Jakarta -

Jenazah Maura Magnalia telah dikebumikan. Pemakaman berjalan dengan suasana haru di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

Sang ibu, Nurul Arifin, sempat memasukkan barang kesayangan Maura Magnalia ke dalam makamnya, mulai dari minuman hingga buku.

"Iya itu saya bawain barang kesayangannya kami masukin. Dia sehari sering minum sampai 6 liter jadi dimasukin, terus Marlboro itu rokok dia, sepatu bots itu favorit dia ke manapun pergi pakainya itu, terus ada buku bacaan dia kan dia suka baca," kata Nurul Arifin saat ditemui di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/1/2022).

Nurul Arifin juga mengungkapkan cita-cita Maura Magnalia. Sang putri ingin kuliah lagi dan meraih gelar profesor.

Nurul Arifin sempat menyesal melarang anaknya untuk belajar. Kini, cita-citanya pun kandas di tengah jalan.

"Dia mau jadi profesor, saya bilang kalau dia kuliah terus nggak akan kerja, nanti kalau nggak kerja kapan belajar hal lain. Dia memang lebih suka belajar ya. Saya agak nyesel ya mendorong dia kerja padahal dia sukanya belajar," papar Nurul Arifin.

Ini bukan kali pertama Nurul Arifin mendapati keluarganya meninggal dunia saat tidur. Sebelum Maura Magnalia, Nurul Arifin sudah beberapa kali mengalami hal serupa.

"Saudara saya yang meninggal waktu tidur juga ada dua orang. Jadi memang kasusnya rupanya ada di Maura juga," kata Nurul Arifin.

Maura Magnalia ditemukan sudah tak bernapas di meja makan pada Selasa (25/1/2022) subuh oleh ART-nya. Saat ditemukan kondisi Maura Magnalia seperti sedang tertidur.

Meski Maura Magnalia meninggal karena henti jantung, Nurul Arifin meyakini ada faktor lain yang menyebabkan sang putri meninggal. Nurul Arifin mengungkapkan pandemi COVID-19 cukup membuat Maura frustasi.

"Karena kalau saya melihat pandemi ini membawa satu akibat ya, banyak orang frustasi karena nggak bisa bergaul bebas. Mau berinteraksi sulit, jadi hubungannya hanya zoom. Kan mungkin lama-lama bete juga. Mungkin anak saya salah satu korban dari ini semua. Rasa frustasi, kemudian menjadi asosial, yang biasanya berkumpul dengan teman-temanya jadi sulit," cerita Nurul Arifin.

(hnh/dar)