Kata Ustaz: Menyoal Hak Anak Yatim Piatu Dari Harta Peninggalan Orang Tua

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Rabu, 24 Nov 2021 06:00 WIB
Gus Miftah dan Masjid tempat Deddy Corbuzier bersyahadat.
Gus Miftah menjelaskan soal hak anak yatim piatu dari harta peninggalan orang tuanya Foto: Usman Hadi/detikcom
Jakarta -

Jangan pernah ribut dengan keluarga hanya karena harta warisan. Hal itu yang selalu diwanti-wanti.

Begitu juga soal ahli waris dari Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah yang meninggal karena kecelakaan maut di Tol Jombang. Keduanya meninggalkan seorang anak yang masih berusia kurang dari dua tahun.

Akan tetapi, ada dua perbedaan pendapat dari kedua keluarga yang ditinggalkan. Keluarga mendiang Bibi Ardiansyah ingin semua harta peninggalan Vanessa Angel dan Bibi diberikan kepada sang putra. Sedangkan keluarga mendiang Vanessa ingin peninggalan keduanya dipisahkan dan barang-barang Vanessa akan dibuatkan museum

Kata Ustaz kali ini akan menyorot lebih dalam soal hak waris atau ahli waris ini. Gus Miftah memberikan penjelasan soal hak dan ahli waris. Berikut penjelasannya kepada detikcom:

Jadi gini, ada bahasa Al Quran:

وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ

Jangan kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang baik. Artinya dimanfaatkan untuk kesejahteraan anak yatim.

Lagian begini, ahli waris misalnya Vanessa dan suami itu tidak cuma anak, termasuk yang lain. Ahli waris siapa sih yang berhak menerima warisan yang meninggal? Oh yang mati ini bapaknya, berarti dia masih meninggalkan istri, anak-anaknya, dan saudara-saudaranya. Itu ada aturannya. Oh yang meninggal ibu dan bapaknaya, dalam hukum mawaris ada. Sebenarnya rules-nya sudah ada. Kalau dibilang mutlak 100 persen haknya si anak juga nggak, karena ada juga haknya ahli waris yang lain.

Kalau yang lain mengatakan, 'Ya sudahlah untuk perkembangan si anak saja semuanya,' karena hukum waris itu bisa dibuat dengan hukum agama maupun hukum adat. Hukum adat itu adalah baiknya bagaimana menurut keluarga dan ahli waris (lainnya). Itu boleh-boleh saja, tidak harus menggunakan hukum waris Islam.

Katakan anaknya empat, punya tanah 1 hektare dibagi adil, boleh-boleh saja. Tidak ada masalah.

Orang tua Vanessa ada keinginan barang peninggalan almarhum untuk adiknya, sedangkan adiknya masih jadi tanggung jawab orang tuanya bagaimana?

Kita lihat apakah adiknya itu termasuk ahli waris, termasuk di dalamnya. Kalau masuk di dalamnya, katakanlah pasti beda prosentasenya. Kalau ngomong soal itu, prosentase terbesar itu adalah untuk si Gala, nggak mungkin untuk yang lain. Kalau mau di-manage secukupnya. Misalnya untuk biaya 7 hari, 40 hari diambil dari situ nggak apa-apa.

Saran saya, jangan sampai ribut hanya karena persoalan warisan. Kasihan si Gala. Kewajiban paling penting hari ini adalah bagaimana membesarkan Gala terutama dalam masalah pendidikannya. Karena dikatakan, 'Anak yatim itu bukan mereka yang telah meninggal orang tuanya, tetapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.'

Jangan sampai nanti Gala tidak punya orang tua plus nanti tidak ada budi dan pekerti. Itu kewajiban kita.

Rasulullah SAW mengatakan:

عَنْ سَهْلٍ -يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ-أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ" وَقَرَنَ بَيْنَ إصبعيه: الوسطى والتي تلي الإبهام

Aku bersama anak yatim seperti dua jari ini di surga. Artinya apa? Berdekatan.

Tapi kalau ada satu orang makan, makanannya anak yatim tanpa hak itu luar biasa besar dosanya.



Simak Video "Gus Miftah Bantah Ponpesnya Dapat Sumbangan Demi Pilkada: Pansos!"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/nu2)