Aset Dirampas ART, Nirina Zubir Emosional Sebut Ibu Tak Tenang saat Meninggal

ADVERTISEMENT

Aset Dirampas ART, Nirina Zubir Emosional Sebut Ibu Tak Tenang saat Meninggal

Hanif Hawari - detikHot
Rabu, 17 Nov 2021 14:08 WIB
Jakarta -

Nirina Zubir menangis saat tahu orang kepercayaan ibunya merampas aset tanah. Hingga meninggal dunia, sang ibu pun disebut tidak tenang karena masih memikirkan hal tersebut.

Asisten rumah tangga ibunya itu bernama Riri Khasmita. Ia dimintai tolong oleh Cut Indria Martini, ibunda Nirina Zubir, untuk mengurus enam surat tanahnya yang dianggap hilang.

"Jadi emang kondisi ini saya, beliau minta tolong di usia yang ada lupanya. Tapi yang saya kesal, maaf ya agak emosional, ibu saya sudah dua tahun yang lalu dia meninggal tidak tenang," kata Nirina Zubir saat jumpa wartawan di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

Nirina Zubir mengetahui hal itu dari pesan terakhir yang ditulis oleh Cut Indria Martini. Di dalam pesannya itu, Cut Indria Martini masih bertanya-tanya ke mana surat-surat tanahnya yang dianggap hilang itu.

"Dia ada note kalau 'itu uang aku ada tapi pada ke mana ya. Terus surat belum kelar-kelar ya, minta tolong sama Riri," ungkap Nirina Zubir sambil menangis.

Dua tahun kepergian sang ibunda, Nirina Zubir masih kesal dengan Riri Khasmita. Nirina Zubir tak percaya Riri Khasmita tega merampas aset ibunya dengan cara licik.

"November ini dua tahun (kepergian Cut Indria Martini) dan (meninggal) dalam tidurnya. Saya bersyukur ibu saya tidak melalui sakit tapi masih ada sakit di hati saya karena urusannya orang terdekat ibu saya yang melakukan ini," tukas Nirina Zubir.

Nirina Zubir sudah melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya. Ada lima orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Selain Riri Khasmita, suaminya yang bernama Edrianto juga ikut berperan dalam masalah ini. Kemudian Farida, notaris dari PPAT Tangerang yang dimintai tolong oleh Riri Khasmita untuk mengurus pengalihan aset ibunda Nirina Zubir menjadi namanya. Ketiganya pun sudah ditahan oleh pihak kepolisian.

Sedangkan dua orang lainnya yang bernama Ina Rosaina dan Erwin Riduan masih wara wiri di luar. Mereka adalah notaris dari PPAT Jakarta Barat yang berperan mengurus wilayah setempat. Karena aset tanah ibunda Nirina Zubir ada di sana.

Dari total enam aset itu, dua diantaranya sudah dijual karena berupa tanah kosong. Sedangkan empat lainnya diagunkan ke bank oleh Riri Khasmita. Kini, polisi sudah memblokir surat tanah tersebut.

(hnh/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT