Emma Waroka Desak Polisi Usut Sindikat Penipu yang Retas Instagram

Hanif Hawari - detikHot
Senin, 04 Okt 2021 18:39 WIB
emma waroka
Emma Waroka Desak Polisi Usut Sindikat Penipu yang Retas Instagram. (Foto: Hanif Hawari)
Jakarta -

Emma Waroka geram terhadap penipu yang meretas Instagram-nya. Ia pun mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut para sindikat tersebut.

Emma Waroka sudah melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib. Laporannya pun diterima oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

Wanita berusia 46 tahun itu tidak masalah jika harus menghabiskan waktu untuk mondar-mandir ke kantor polisi. Sebab hal itu dilakukannya untuk kebaikan bersama.

"Aku nggak apa-apa repot, yang penting sebagai warga negara yang baik gue lapor dulu," ujar Emma Waroka saat ditemui di Gedung Capital Place, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2021).

Emma Waroka juga membuat laporan untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Meskipun penipuan dilakukan menggunakan Instagram-nya, namun pelakunya bukanlah Emma Waroka.

"Kedua, LP (laporan) itu gunanya orang tahu bahwa gue bukan pelakunya, ini orang lain lo bukan saya yang lakuin," tutur Emma Waroka.

Emma Waroka berharap pihak kepolisian bisa mengusut para pelaku di balik orang yang meretas Instagram-nya. Ia menduga mereka adalah sindikat hacker yang bekerja secara profesional.

"Terus berharap hal itu bisa ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, karena ini khawatir kayak sindikat," imbuh Emma Waroka.

Bukan asal bicara, Emma Waroka memiliki bukti terkait ucapannya tersebut. Para pelaku memiliki nomor rekening banyak dengan nama yang berbeda-beda.

"Karena dia punya nomor rekening banyak namanya beda-beda, tapi setiap ngehack alamatnya sama. Dia di satu tempat bisa hack nomor rekening, tapi dia di satu tempat," kata suami Emma Waroka, Bagoes Soeharto.

"Ini kan pidana ya, bukan cuma Emma, tapi banyak korbannya. Kita pengin bentuk empatinya saja," lanjutnya.

Emma Waroka juga akan mengadukan hal ini ke kantor Facebook. Ia berharap Instagram-nya yang diretas bisa kembali lagi ke tangannya.

"Aku nggak apa-apa direpotin sampai ke kantor Facebook juga. Biar orang tahu kalau ada kerugian lapor ke polisi, terus biar tahu juga cara mereka lakukan penipuan, jadi kalau ada DM langsung kirim WhatsApp," tukas Emma Waroka.

(hnh/mau)