Aksi Deddy Corbuzier Diduga Perjudian
Rabu, 12 Apr 2006 17:24 WIB
Jakarta - Sayembara berhadiah Rp 150 juta yang digelar Deddy Corbuzier menuai protes. Setidaknya empat ormas Islam menggelar protes dan menyatakan aksi Deddy tersebut dinilai ada unsur judi dan kesombongan.Empat kelompok yang memprotes aksi tersebut antara lain, Lembaga Dakwah Islamiyah Budaya Indonesia, Front Pembela Islam, Majelis Ad-dzikra Ibadurahman, dan Forum Betawi Rempuq. Keempat kelompok ini menggelar jumpa pers di cafe Urban Music Studio Bintaro Trade Center, Rabu (12/4/2006).Sedikit kilas balik, belum lama ini Deddy Corbuzier menggelar sayembara berhadiah Rp 150 juta. Masyarakat diminta menebak isi kepala Deddy yang ditulisnya dalam selembar kertas dan diletakkannya disebuah balon udara. Bagi siapapun yang ingin menjawab, Deddy membuka sarana lewat SMS dengan tarif Rp 2000/SMS. Tanggal 21 April mendatang, kotak berisi jawaban tersebut akan diturunkan dan Deddy akan mengumumkan pemenangnya jika ada. Jika tidak, maka uang tersebut akan diberikan untuk amal.Aksi ini digelar Deddy untuk menjawab suara-suara yang meragukan kemampuanya atau mempertanyakan ilmu yang dimilikinya. Sayembara ini digelar Deddy terbuka untuk siapa saja, entah itu rakyat biasa, paranormal, ahli teknologi, dukun, atau siapapun yang berminat.Nah, aksi tersebut disambut negatif oleh empat kelompok ini. Mereka menilai ada unsur kesombongan, unsur kepelitan, unsur kedzaliman, dan nilai perjudian dalam sayembara yang digelar Deddy. Unsur kepelitan menurut kelompok ini adalah karena walau tujuan akhirnya amal, namun pendapat SMS yang diraih Deddy, diyakini lebih besardari jumlah uang yang disumbangkan."Bedanya dengan AFI, kalau itu kan ada masalah seni, kalau Deddy ini sifatnya judi, kita bukan anti deddy lho," ujar Haji Ki Semar Banten salah satu perwakilan dari keempat kelompok ini dalam jumpa pers tersebut.Sejauh ini, pernyataan keempat kelompok ini hanya bersifat himbauan. Dengan adanya himbauan ini diharapkan Deddy bisa mempetimbangkan kembali acaranya Walau mengaku belum menghubungi pihak Deddy secara langsung, kelompok ini terbuka jika Deddy ingin melakukan pertemuan dengan mereka. (fta/)











































