Round-up

Perkara Warkop DKI dan Warkopi yang Buat Dirjen KI Turun Tangan

Tim Detikcom - detikHot
Senin, 27 Sep 2021 22:04 WIB
Warkopi, 3 Pemuda yang Disebut Mirip Warkop DKI
Warkopi. Foto: Hanif Hawari/ detikcom
Jakarta -

Perkara antara Warkop DKI dan pembuat konten impersonate trio tersebut yang menamai dirinya Warkopi belakangan menjadi buah bibir. Indro Warkop dari Warkop DKI merasa seharusnya ada etika yang dilakukan pihak Warkopi untuk meminta izin sebelum membuat konten yang meniru dirinya dan dua mendiang temannya, Dono dan Kasino.

Hal itu akhirnya menarik perhatian Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) yang ikut memberikan tanggapan terkait polemik yang melibatkan kedua belah pihak tersebut.

Freddy Harris, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Kemenkumham, menyebut apa yang dilakukan Warkopi sejak awal memang tidak dapat dibenarkan karena memakai nama Dono, Kasino dan Indro. Apalagi hal itu dilakukan untuk meraup keuntungan.

"Pertama, sebenarnya saya cuma mau mengedukasi, kalau dibilang pelanggaran ya pelanggaran hak cipta. Kedua, bisa dibuktikan kalau nonton Warkopi, orang pasti berasumsi Warkop yang lama," ujar Freddy Harris saat konferensi pers virtual, Senin (27/9/2021).

Meskipun terdapat pelanggaran di sana, DJKI selalu mengedepankan perdamaian. Baginya, permasalahan ini bisa diselesaikan cukup dengan Warkopi meminta maaf kepada Indro Warkop dan Lembaga Warkop DKI atas apa yang telah dilakukannya tersebut.

"Tapi buat saya kalau dibilang pelanggaran dan lain-lain memang iya, makanya kenapa kita letakkan HaKI di belakang, ya sudah minta maaf sama Om Indro, jadi unsur pidananya nggak ada," kata Freddy Harris.

Beruntung masalah ini belum sampai ke jalur hukum. Karena sebelum hal itu terjadi, Warkopi sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara terbuka.

"Kalau pidana bisa jadi belum selesai (masalahnya). Tapi sekali lagi yang saya harapkan dua-duanya berdamai. Terima kasih itu kepada manajemen Warkopi, dia mengakui salah belum mendapatkan izin dari Om Indro makanya di-take down (videonya di YouTube)," ungkap Freddy Harris.

"Tapi kan kita tahu kalau di YouTube pasti dapat AdSense. Jadi itu dibicarakan. Karena HaKI itu memang soal ekonomi. Kalau nggak ada ekonomi valuenya ya gitu-gitu saja," sambungnya.

Titik temu antara Warkop DKI dan Warkopi memang belum ditemukan karena kedua pihak belum duduk bersama secara langsung.

DJKI pun mengaku siap, bila harus menjembatani Warkopi dengan Warkop DKI dan mendamaikan kedua belah pihak agar tidak adanya polemik yang berkepanjangan

"Ingin menjembatani, nanti kita undang Om Indro dan Warkopi. Nggak usah saling tuntut-tuntut, damai ya sudah. Karena kalau soal lisensi ini dapat benefit dan ini dapat profit," tutur Freddy Harris.

Kronologi polemik Warkop DKI dan Warkopi ada di halaman berikutnya.



Simak Video "Kemunculan 'Warkopi' Bikin Keluarga Warkop DKI Alami Kerugian"
[Gambas:Video 20detik]