Maria Vania Sempat Dengar Tukul Minta Obat Sakit Kepala Sebelum Dirawat

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 27 Sep 2021 15:38 WIB
Jakarta -

Maria Vania turut bersedih atas sakitnya Tukul Arwana. Memang yang dikenal Vania, Tukul adalah orang yang jauh dari penyakit.

Mulanya Maria Vania mengetahui Tukul sakit pada Rabu (22/9) lalu. Padahal sehari sebelumnya, dia sempat bekerja bareng dengan Tukul.

"Kejadian Mas Tukul masuk rumah sakit kan hari Rabu, Selasanya aku kerja dengan beliau dari jam 12 siang sampai 5 sore. Dari situ beliau supersehat, kayak nggak ada gejala," kata Maria Vania usai mengisi program Kopi Viral Trans TV, Gedung Transmedia, kawasan Mampang, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2021).

Kemudian pada Rabu sore, dia dikabari Tukul masuk rumah sakit. Di situ, Vania sempat tak percaya.

"Hari Rabu sekitar habis magrib aku dikabarin sama produser aku, Mas Tukul sakit, masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri. Di situ aku jujur shock banget," ungkapnya.

"Secara penyakit saja malas dekat sama Mas Tukul. Karena jarang sakit dan beliau nggak pernah ngeluh sama sekali," lanjutnya.

Namun sebelum masuk rumah sakit, Maria Vania sempat mendengar obrolan Tukul meminta obat sakit kepala kepada manajernya.

"Beliau itu minta obat sakit kepala ke manajernya 'Mon, habis ini obat sakit kepala?' di situ aku mikir oh obat sakit kepala biasa ya," imbuhnya.

"Ya mungkin aku bisa tarik garis besarnya kayak mungkin gejala. Mungkin beliau nggak general checkup, ya which is itu harus banget kita lakukan," pungkasnya.

Tukul Arwana sendiri masih menjalani perawatan intensif. Saat ini, ia masih berada di ruang ICU.

Setelah mengalami pendarahan otak, Tukul Arwana sempat mendapat penanganan di Rumah Sakit Brawijaya. Kemudian dirujuk ke RS PON dan langsung dilakukan operasi pada 22 September 2021 malam.

Setelah dioperasi, kondisi Tukul Arwana berangsur-angsur membaik. Bahkan pascaoperasi, Tukul Arwana sudah sadar.

"Pascaoperasi tanggal 22, 23-nya sudah sadar," kata Rizki Kimon, manajer Tukul Arwana, di Rumah Sakit PON, Cawang, Jakarta Timur.

(fbr/mau)