Dilabrak Netizen Lalu Diblokir, Manajemen 'Aku Bukan Homo' Minta Maaf

Hanif Hawari - detikHot
Kamis, 16 Sep 2021 17:56 WIB
Ilustrasi Google, ilustrasi YouTube, dan ilustrasi Facebook
Manajemen pembuat Aku Bukan Homo minta maaf Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Pembuat video 'Aku Bukan Homo' buka suara usai kontennya diblokir. Mereka mengklarifikasi sejumlah tudingan soal dugaan mempromosikan LGBT.

Klarifikasi itu disampaikan oleh pihak manajemen. "Kita membantah betul tudingan itu," ujar Putra Muhammad, selaku produser video 'Aku Bukan Homo', saat dihubungi detikcom, Kamis (16/9/2021).

Padahal, video 'Aku Bukan Homo' itu telah diunggah sesuai peraturan yang tertera di YouTube. Pihaknya juga kaget mengapa video tersebut bisa muncul di iklan YouTube Kids.

"Warga net marah, kesal karena video lagu ini muncul sebagai iklan di konten anak-anak di YouTube? Jujur, saya dan team saat itu juga kaget, bingung, kok bisa sampai begitu? Ke mana filtrasinya YouTube? Apa nggak ada filtrasi yang ketat? Kalau begitu mudahnya, maka bisa saja kemudian hari konten-konten dewasa lainnya bocor dan masuk lagi ke konten anak-anak," beber Putra.

"Lagu Aku Bukan Homo di upload sesuai dengan prosedur dari youtube diperuntukkan untuk 18 tahun ke atas (18+)," ucap Putra.

Putra Muhammad pun meminta maaf kepada pubik atas kegaduhan tersebut. Gara-gara 'Aku Bukan Homo' banyak yang salah paham mengenai lirik dalam lagu itu.

"Oleh karena itu, sebelumnya saya atas nama produser dan management Sindu meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi belakangan ini dikarenakan ada kesalahpahaman di tengah masyarakat," tutur Putra Muhammad.

Putra berharap semoga kegaduhan ini bisa cepat selesai. Ia juga siap mengklarifikasi video 'Aku Bukan Homo' itu kepada pihak terkait.

"Ke depannya, setelah ini, saya sebagai anak bangsa yang mencintai Tanah Air Indonesia ini, saya siap untuk bersilaturahmi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), KPAI, dan Kominfo untuk diberikan ruang diskusi sehingga kita mendapatkan sesuatu yang terang benderang," ungkap Putra Muhammad.

"Terima kasih banyak kepada seluruh pihak, termasuk para orang tua, musisi, seniman yang memberi tanggapan. Ini merupakan pertanda baik bahwa masih banyak di antara kita yang peduli akan generasi bangsa ini," tutup Putra Muhammad.

Sebelumnya, sepanjang Senin (13/9/2021) netizen mempermasalahkan sebuah video baru di YouTube yang dinilai mempromosikan LGBT. Mereka minta YouTube bertindak.

Video yang diprotes adalah video musik animasi berjudul 'Sindu - Aku Bukan Homo Official Music Video (18+)' yang diupload akun Sinduatiga. Ini adalah akun baru di YouTube, yang baru bergabung pada 9 September 2021. Dalam keluhan netizen, video Aku Bukan Homo muncul dalam iklan sebelum video lagu anak-anak seperti Coco Melon atau Angel Kids yang sontak bikin netizen kaget dan marah.

Video tersebut kemudian membuat resah. Hingga akhirnya MUI mengecam video itu hingga diblokir oleh Kominfo.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemutusan akses terhadap konten tersebut melalui kordinasi dengan pengelola platform, yang dalam hal ini adalah YouTube.

"Kementerian Kominfo meminta seluruh platform digital untuk lebih serius menjaga keamanan ekosistem digital dari konten yang melanggar peraturan perundang-undangan," ujar Dedy kepada detikINET, Senin (13/9/2021).

"Apabila masyarakat menemukan konten yang melanggar ketentuan yang berlaku untuk dapat melaporkannya melalui aduankonten@kominfo.go.id atau kanal aduan lain yang kami sediakan."



Simak Video "Klarifikasi Manajemen 'Aku Bukan Homo' Usai Diblokir Kominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(hnh/nu2)