Koes Hendratmo Positif COVID-19 dengan Komorbid Asma Sebelum Meninggal

Hanif Hawari - detikHot
Selasa, 07 Sep 2021 19:50 WIB
Koes Hendratmo
Foto: Instagram @koeshendratmo902
Jakarta -

Penyanyi senior Koes Hendratmo sempat positif COVID-19 sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (7/9/2021). Menurut anaknya, Bonita, sang ayah juga mengidap sejumlah komorbid atau penyakit bawaan.

Bonita menyebutkan bahwa komorbid yang telah lama dialami Koes Hendratmo memperparah kondisi COVID-19. Disebutkan olehnya, Koes Hendratmo mengalami peningkatan cairan di sekitar paru-paru dan ulu hati.

"Singkat ceritanya adalah sebelum ayah kena Covid ayah itu ada jantung dan asma. Sehingga ketika waktu beliau kena Covid, komorbit asmanya yang paling parah," ujar Bonita saat ditemui di saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Selasa (7/9/2021)

"Paru-paru sebelah kiri bawah dekat ulu hati itu ada cairannya. Saya sendiri sampai sekarang belum mengerti itu dari mana dan gimana, dan apakah sudah bisa dikeluarkan," sambungnya lagi.

Bonita menyatakan bahwa kondisi ayahnya sudah kian membaik. Namun, tampaknya hati Koes Hendratmo masih begitu terpukul sepeninggal istrinya tercinta, Aprilia Puspitawati, pada April 2021.

"Walaupun kondisinya sudah semakin membaik secara mental beliau sudah terlihat lebih fit, tapi ternyata mungkin juga karena waktu saat lebaran istrinya meninggal. Saya rasa itu juga sangat memukul hatinya dia," ungkap Bonita.

"Saya pikir dia semakin membaik, mungkin saya salah. Tapi kamu sudah berencana, baru kemarin saya merencanakan dengan ayah akan datang ke rumah beliau setiap bulan, sebulan sekali untuk menjaga. Karena saya di Salatiga dan ayah di Jakarta," tutup Bonita.

Seperti diketahui, Koes Hendratmo ditemukan meninggal dunia oleh asisten rumah tangganya, pagi tadi. ART tersebut sengaja membuka pintu rumah majikannya itu karena tak kunjung dibukakan pintu.

Semasa hidupnya, Koes Hendratmo terkenal sebagai pemandu acara kuis bernama Berpacu dalam Melodi. Ia juga pernah melahirkan sejumlah album berjudul Lambaian Bunga (1959), Sansaro (1968), Wanita Wanita (1970), Pop Batak Legendaris (2000), dan My Love for You (2011).



Simak Video "Kronologi Meninggalnya Koes Hendratmo"
[Gambas:Video 20detik]
(hnh/dal)