Roy Marten Bingung Asal Shabu 2,2 Gram
Rabu, 05 Apr 2006 16:00 WIB
Jakarta - Sidang kepemilikan shabu-shabu dengan terdakwa Roy Marten kembali digelar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl. Ampera, Rabu (5/4/2006) siang dengan menghadirkan 3 saksi. Mereka adalah Rio Cahyono dan Hesvida dari kepolisian, serta Ilyas Yacob alias Papi.Roy Marten yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam tampak kurang puas dengan kesaksian Rio Cahyono dan Hesvada. Banyak keterangan yang dianggapnya tidak sesuai dengan kejadian sesungguhnya.Misalnya saja, menurut Roy, tentang sepatu kuning berisi shabu-shabu 2,2 gram yang ditemukan polisi di mobilnya. Menurut kesaksian Rio, sepatu tersebut berada di depan pintu masuk, sementara Hesvada mengaku menemukan sepatu kuning itu di dalam ruangan."Barang yang di sepatu bukan barang saya. Sejam sebelum digeledah, saya sempat mencuci mobil dan tidak menemukan barang tersebut. "Saya tidak tahu dari mana barang tersebut," terang Roy di persidangan.Perbedaan lainnya adalah soal ketua RW yang menurut saksi mendampingi penggrebekan pada 2 Februari 2006 di daerah Ulujami, Jakarta Selatan. Menurut Roy, ketua RW baru tiba sejam setelah penggrebekan tersebut. Pun kala dia meminta didampingi pengacara, polisi menolaknya dengan alasan sudah membawa surat penggeledahan.Sementara itu, kesaksian Ilyas Yacob alias Papi hanya seputar kronologis sebelum kejadian. Menurutnya, Roy datang ke rumahnya pada 2 Februari 2006 pukul 05.30 WIB. Rencananya aktor tiga zaman tersebut hendak beristirahat sejenak, sebelum berangkat ke lokasi syuting di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sebelum Roy datang, ada wanita bernama Sumarni yang sudah menginap sejak 1 Februari 2006.Jelang siang, datang Herman yang biasa mengantarkan shabu pada Papi. Jika kedatangannya biasa untuk menjual, hari itu Herman membagi-bagikan barang terlarang tersebut secara gratis untuk di pakai bersama. Ada sisa barang, Herman membagi rata untuk Papi dan Roy. Jika punya Roy dimasukkan ke tas hitam kecil, dan barang untuk Papi ditaruh ke dalam kotak tisu di atas meja. Namun, keterangan Papi itu kembali bertentangan dengan kesaksian dua saksi lainnya yang mengaku menemukan shabu milik Papi di lubang kaki meja.Siapa yang berkata tidak berdasarkan fakta? Entah. Roy Marten hanya pasrah dan yakin seiring berjalannya persidangan tersebut kebenaran akan terungkap.Di ruang sidang, tampak Anna Maria dan anak-anak Roy Marten. Hadir juga Sys NS dan Camelia Malik yang sejak persidangan perdanan ikut memberi dukungan pada Roy dengan hadir menyaksikan sidang. (ana/)











































