Terungkap! Coki Pardede Kenal Narkoba Sejak Kuliah

Pingkan Anggraini - detikHot
Jumat, 03 Sep 2021 11:22 WIB
Coki Pardede
Terungkap! Coki Pardede Kenal Narkoba Sejak Kuliah (Foto: Instagram Coki Pardede)
Jakarta -

Coki Pardede jadi salah satu deretan figur publik yang dibekuk imbas narkoba. Coki dibekuk karena diduga menyalahgunakan narkoba golongan satu jenis sabu.

Kasat Narkoba Polres Metro Tangkot AKBP Pratomo Widodo menjelaskan, Coki Pardede mengenal narkoba sejak masa kuliahnya. Hal itu diungkapkan Coki Pardede saat pemeriksaannya.

Semasa kuliah Coki Pardede tidak terlalu aktif mengkonsumsi barang terlarang itu. Lalu Coki Pardede mengaku tengah berusaha berhenti menggunakannya saat itu.

Meski berniat untuk berhenti menggunakan sabu, Coki Pardede masih merasa selalu ingin menggunakannya lagi. Coki Pardede pun mulai aktif kembali menggunakan sabu sejak satu tahun belakangan ini.

"Dia ini kan pengguna, jadi kalau menurut keterangannya dia mengenal narkoba semenjak kuliah. Cuman dia nggak aktif, terus kemudian dia berusaha berhenti tetapi dia masih pengin," ujar Pratomo Widodo saat dihubungi, Jumat (3/9/2021).

"Tetapi dia aktif semenjak setahunan ini," lanjut Pratomo Widodo.

Pratomo Widodo juga menjelaskan alasan Coki Pardede mengkonsumsi sabu. Coki Pardede mengkonsumsi sabu untuk meningkatkan kepercayaan dirinya di depan publik.

Hal itu berkaitan dengan pekerjaannya sebagai pelawak tunggal yang kerap tampil lucu di depan publik.

"Motifnya untuk kesenangan aja, biar lebih percaya diri, doping untuk kenyamanan dia," lanjut Pratomo Widodo.

Mengenai barang bukti yang disita Polres Metro Tangerang Kota, Pratomo Widodo dan pihaknya menemukan sabu yang beratnya tidak sampai satu gram, atau 0,5 gram.

"Tidak nyampai satu gram, 0,5 gram," tegas Pratomo Widodo.

Lebih lanjut, polisi justru menyoroti cara pemakaian sabu dari Coki Pardede yang dianggap tidak lazim. Coki Pardede menggunakan jarum suntik untuk memasukkan zat tersebut ke tubuhnya.

Pratomo Widodo menegaskan cara ini jarang digunakan banyak orang.

"Cuma cara ini jarang digunakan atau nggak lazim karena dia kalau nggak bisa, dia bisa fatal terhadap penggunanya," paparnya.

(pig/dar)