Mongol Stres Klaim Masalah Penyebutan 'Orang Gila Bebas COVID' Selesai

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Rabu, 07 Jul 2021 09:49 WIB
Jakarta -

Komika Mongol Stres dan Deddy Corbuzier sempat disomasi oleh pihak Perhimpunan Jiwa Sehat terkait obrolan di podcast Deddy Corbuzier. Keduanya menyinggung orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) tidak akan kena COVID-19 dalam podcast yang sebelumnya berjudul 'Orang Gila Bebas COVID'.

Rupanya menurut Mongol masalah itu sudah selesai. Mongol turut meminta maaf di media sosial usai mendapatkan somasi, sama seperti halnya Deddy Corbuzier.

"Mereka melayangkan (somasi) melalui media sosial, Mongol juga melakukan hal yang sama melalui media sosial. Mas Deddy duluan baru Mongol," kata Mongol Stres ditemui di Gedung Transmedia, Kawasan Mampang, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (6/7/2021).

Mongol juga memastikan masalahnya dengan Perhimpunan Jiwa Sehat sudah selesai. Namun, urusan menurunkan konten tersebut, menurut Mongol itu menjadi ranah Deddy Corbuzier selaku pemilik podcast.

"Sudah selesai, sudah selesai, dan masalah soal video itu harus di-take down itu bukan ranahnya Mongol, itu ranahnya Mas Deddy. Karena yang punya podcast dia, yang menentukan apakah ini di-take down atau tidak," bebernya.

"Tapi, ketika dia mengundang seorang tamu bahwa yang berhak men-takedown selain YouTube-nya (ya) negara," lanjut Mongol.

Sementara itu Mongol juga menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Perhimpunan Jiwa Sehat adalah hak jawab dari pernyataan yang kontroversial itu. Namun, Mongol memastikan saat itu dia belum tahu ada kosa kata orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.

"Justru disaat mereka melayangkan somasi, oh ya udah berarti kan yang dilakukan adalah hak jawab toh. Jadi Mongol sudah melakukan permintaan maaf untuk hal tersebut karana bukan Mongol sengaja penyebutan orang gila tersebut," ungkapnya.

Meskipun, awalnya tak tahu Mongol mengaku jadi lebih banyak belajar mengenai kosa kata baru.

"Karena jujur Mongol kekurangan kosa kata karana saya belajar KBBI cuma sampai SMA. Jadi Mongol tidak pernah tahu bahwa ada penggantian kata menjadi orang dengan gangguan jiwa. Tapi, dari situ Mongol belajar oh berati ternyata banyak kosa kata baru yang Mongol pelajari," pungkas Mongol Stres.

(fbr/pus)