Paru-paru Jane Shalimar Disebut Penuh Flek Sebelum Meninggal

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 04 Jul 2021 21:02 WIB
Jane Shalimar
Paru-paru Jane Shalimar Disebut Penuh Flek Sebelum Meninggal (Foto: Hanif Hawari)
Jakarta -

Jane Shalimar meninggal dunia setelah dinyatakan terinfeksi COVID-19 dengan asma sebagai penyakit penyerta. Hal itu menyebabkan dirinya mengidap pneumonia berat yang membuat saturasi oksigennya turun drastis.

Menurut pihak keluarga, kondisi tersebut membuat kondisi Jane Shalimar tak tertolong hingga menyebabkannya mengembuskan napas terakhir.

"Ya itu, dari asma kemudian menimbulkan pneumonia berat. Jadi paru-paru penuh flek, jadi memang kondisinya berat," jelas adik ipar Jane Shalimar, Adhi, ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Minggu (4/7/2021).

Tante Jane Shalimar, Risda Tobing, mengatakan, paru-paru Jane Shalimar memang telah bermasalah sejak awal dirawat di rumah sakit.

"Pas masuk RS itu kan paru-parunya sudah ada kabut ya, sudah kena pneumonia," kata Risda.

Menurut adik kandung Jane Shalimar, Karina, pihak keluarga dan tenaga medis telah berusaha sedemikian rupa agar sang artis yang juga politisi itu dapat sembuh seperti sediakala.

Hanya saja, meski telah berusaha, kini mereka harus berlapang dada dan merelakan kepergian Jane Shalimar untuk selamanya.

"Prosesnya hari Ssenin itu kami dapat RS di JMC kondisi saturasinya memang naik turun, sambil nunggu ICU. Masuk ICU tanggal 29 memang kondisi Jane itu memang sempat drop banget. Nah itu untuk menstabilkan dokter sudah berusaha sebaik-baiknya tapi Tuhan berkehendak lain, Allah lebih sayang sama Jane," tutur Karina.

Keluarga mengakui, Jane Shalimar memang sempat kesulitan mendapatkan perawatan medis. Hal itu bukannya disengaja melainkan karena rumah sakit sudah penuh akibat lonjakan kasus COVID-19 yang meningkat drastis.

Akhirnya, Jane Shalimar baru mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RS JMC, Jakarta Selatan pada Selasa (29/6). Sebelumnya, ia telah dinyatakan positif COVID-19 pada 24 Juni 2021. Risda Tobing menerangkan perihal kronologi tersebut.

"Memang ada asma dia dan pada saat 24 juni dinyatakan positif COVID itu atas kehendak Jane sendiri dia mau isoman. Cuma pas Minggu dia drop, ada sahabatnya cek dokter ke sana, kami siapkan oksigen, alhamdulillah naik saturasinya naik ke 64 dari 52, baru dokter izinkan pulang, tapi kami kordinasi dengan adiknya, 'Gimana nih kondisi Jane mengkhawatirkan', akhirnya kami kordinasi dengan Pak RT juga kami siapkan ambulance, nah itu memang kami cari kemana-mana rumah sakit penuh," urai Risda.

Berkaca dari pengalamannya dalam merawat Jane Shalimar, Risda Tobing pun mengungkapkan COVID-19 memang ada dan mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan.

Dia juga berharap pandemi virus Corona yang telah merenggut nyawa anggota keluarganya itu bisa segara berakhir.

"COVID itu emang ada ya prokes itu tetap harus dijaga. Rumah sakit kewalahan, tenaga kesehatan juga kewalahan, terlalu banyak pasien yang terkena COVID. Jadi kami himbau kepada seluruh masyarakat Indonesia taati imbauan pemerintah, taati prokes, jaga kesehatan semoga COVID cepat berlalu," tuturnya.

(srs/dar)