Keluarga Lepas Jane Shalimar Si Pejuang Tangguh

ADVERTISEMENT

Keluarga Lepas Jane Shalimar Si Pejuang Tangguh

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 04 Jul 2021 18:33 WIB
Jane Shalimar saat berkunjung ke kantor detikcom.
Keluarga Lepas Jane Shalimar Si Pejuang Tangguh (Foto: Asep Syaifullah/detikHOT)
Jakarta -

Kepergian artis Jane Shalimar untuk selamanya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga. Mereka mengenang sosok mendiang sebagai pribadi yang kuat dan tangguh.

Ketangguhan Jane Shalimar bahkan masih dirasakan keluarganya saat ia terpapar virus COVID-19 yang merenggut nyawanya.

"Tangguh ya, kakak tuh kuat banget," ungkap adik ipar Jane Shalimar, Adhi, saat ditemui di pemakaman TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Minggu (4/7/2021).

Tidak hanya oleh Adhi, hal serupa juga diungkapkan oleh tante dari Jane Shalimar, Risda Tobing. Dia bercerita, Jane Shalimar tidak pernah mengeluh selama sakit dan merasa dirinya kuat untuk melawan penyakitnya.

"Pejuang tangguh, dia emang nggak pernah mau bilang sakit, nggak bilang ini, kemarin aja pas dinyatakan positif itu sudah mau saya bawa ke rumah sakit tapi dia bilang nggak usahlah mau isoman aja," tutur Risda.

"Bahkan pas sampai IDG (instalasi gawat darurat) pun dia masih kayak kesel kenapa kami bawa ke rumah sakit karena dia maunya isoman. Tapi kan kami khawatir," timpal adik Jane, Karina.

Karina pun mengatakan kakaknya selalu meyakinkan anggota keluarganya bahwa ia baik-baik saja dan terus berjuang melawan sakitnya. Ia juga mengungkapkan, hingga detik terakhir, Jane Shalimar masih memiliki keinginan yang besar untuk bisa kembali sehat.

"Dia bilang, 'Nggak, saya kuat'. Dia menyatakan dirinya kuat. Dia mau sembuh. (Kata Jane) 'Saya kuat kok saya kuat', itu sih," kenang Karina.

Meski Jane Shalimar bersikeras untuk sembuh, menurut Karina, mungkin kini waktunya anggota keluarga berlapang dada dan mengikhlaskan kepergiannya.

"Manusia berencana, Tuhan berkehendak. Sekarang Jane sudah nggak sakit lagi," ujar Karina.

Jane Shalimar meninggal dunia pada Minggu (4/7) pukul 04.02 WIB. Sebelumnya, ia sempat menjalani perawat intensif di ruang ICU RS JMC, Jakarta.

Ia menghembuskan napas terakhir setelah mengidap virus Corona disertai penyakit asma sebagai penyerta. Ia juga ketahui terkena pneumonia akut yang menyebabkan saturasi oksigennya turun drastis.

(srs/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT