Aksi Bugil Rambah Venezuela
Selasa, 21 Mar 2006 12:31 WIB
Jakarta - Atas nama seni lebih dari 1500 orang Venezuela tampil polos tanpa busana di depan umum. Aksi sukarela tersebut dilakukan untuk mendukung proyek seni fotografer asal Amerika Spencer Tunick.Jika dilakukan di Indonesia dan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi telah diberlakukan pastinya polisi akan kerepotan menangkap lebih dari 1500 orang plus fotografer aksi bugil massal ini. Namun di Venezuela bukan begitu yang terjadi. Masyarakat dengan antusias mengikuti proyek Tunick secara sukarela.Sebelum bercerita lebih jauh, ada baiknya mengenal sosok Tunick lebih dahulu. Di kalangan fotografer internasional, nama Spencer Tunick pastinya tidak asing lagi. Sejak tahun 1992 Tunick terkenal dengan proyek foto massal yang selalu melibatkan sukarelawan bugil. Aksi Tunick tak hanya dilakukan di sekitar Amerika. Negara-negara seperti, Portugal, Findlandia, Mexico, dan Australia juga pernah dipilihnya untuk membuat instalasi foto dari kumpulan orang-orang tanpa busana.Pilihan Tunick yang terbaru adalah Venezuela. Di negeri tersebut Tunick mengumpulkan 1500 sukarelawan dan sukarelawati untuk memuluskan rencananya. Dengan pengeras suara, Tunick menginstruksikan model-modelnya yang berkumpul di depan patung pahlawan Simon Bolivar yang menjadi kebanggaan Venezuela."Masih ada yang orang yang berpakaian di sana. Suruh mereka menjauh," teriak Tunick sambil menginstruksikan modelnya.Selama dua jam, model sukarela tersebut mengikuti arahan Tunick untuk melakukan berbagai posisi yang tak selalu mudah. Di bawah matahari Venezuela yang hangat, model-model ini dengan serius menjalankan aksinya."Saya tidak akan memberi tahu ibu saya sampai saya diberi cetakan fotonya," ujar seorang model dilansir 1010wins, Selasa (21/3/2006).Seusai sesi foto Tunick tampaknya puas. Kulit orang latin yang lebih cokelat ketimbang model-modelnya sebelumnya membuat ia bahagia.."Saya ingin orang dengan berbagai warna kulit ikut berpartisipasi pada proyek saja. Saya sangat beruntung," tandas Tunick.Walau berbagai aksinya sukses dilakukan bukan berarti karir Tunick semulus jalan tol. Ia pernah ditangkap 5 kali di Amerika karena aksinya dianggap sebagai tindakan ilegal. Namun dengan alasan seni Ia berhasil lolos dari 5 tuntutan yang menjeratnya. (fta/)











































