Britney Spears Merasa Seperti Pekerja Seks di Bawah Kekangan Sang Ayah

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 25 Jun 2021 11:27 WIB
LAS VEGAS, NV - MAY 22:  Singer Britney Spears attends the 2016 Billboard Music Awards at T-Mobile Arena on May 22, 2016 in Las Vegas, Nevada.  (Photo by David Becker/Getty Images for dcp)
Britney Spears gugat cabut hak perwalian sang ayah / Foto: Getty Images
Jakarta -

Britney Spears memaparkan tentang apa yang ia rasakan selama ini di bawah kendali sang ayah. Hal itu ia sampaikan dalam sidang pencabutan hak perwalian ayahnya, Jamie Spears.

13 tahun di bawah hak perwalian, Britney Spears mengaku mengalami kekangan yang membuat hidupnya tersiksa. Britney merasa dirinya tak dapat memiliki keputusan sendiri dalam hidupnya.

Usai diminta harus memasang alat kontrasepsi dan dilarang melepasnya sampai dilarang menikah, sang bintang pop itu juga mengaku dirinya diharuskan bekerja tanpa jeda selama 13 tahun belakangan.

Ia mengatakan posisinya yang seperti itu serupa dengan para pekerja seks.

"Aku harus bekerja tujuh hari seminggu. Tak ada hari libur. Untuk mereka yang tinggal di California, hal itu mirip dengan perdagangan seks," ungkapnya dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Los Angeles.

Britney menambahkan, dirinya tak memiliki kuasa penuh atas dirinya. Petugas keamanan hingga perawat selalu berada di kediamannya tersebut.

Britney menyebut dirinya tak memiliki ruang sendiri di rumahnya karena permintaan sang ayah.

"Mereka semua tinggal di rumah bersama saya, perawat, satpam 24 jam. Mereka melihat saya berganti pakaian setiap hari, telanjang, pagi, siang dan malam," jelasnya.

"Tubuh saya, saya tidak memiliki pintu privasi untuk kamar saya," tuturnya.

Pengacara sang ayah memberi tanggapan atas apa yang disampaikan Britney Spears. Jamie Spears mengaku menyesal atas apa yang dialami Britney, sang putri.

"Dia menyesal melihat putrinya menderita dan mengalami banyak kesakitan," tutur sang kuasa hukum.

Britney Spears mengemukakan alasan mengapa ia akhirnya memutuskan untuk muncul dan bicara secara terbuka di persidangan yang telah bergulir cukup lama itu. Pelantun Toxic itu mengatakan dirinya sudah tak dapat lagi menahan kesabaran atas sang ayah.

"Itulah mengapa saya mengatakan saya berbohong dengan mengatakan kepada seluruh dunia 'Saya baik-baik saja dan saya bahagia.'" katanya kepada hakim.

"Saya pikir dengan saya, saya mengatakan itu cukup bagi saya akan membuat saya menjadi bahagia dengan penyangkalan yang saya miliki. Tapi pada akhirnya saya trauma. Anda tahu, berpura-puralah sampai Anda berhasil. Tapi sekarang saya mengatakan yang sebenarnya, saya tidak bahagia. Saya tidak bisa tidur dan sangat marah. Hal ini membuat saya depresi," tukas Britney.



Simak Video "Curhatan Pilu Britney Spears: "Saya Hanya Ingin Hidup Saya Kembali""
[Gambas:Video 20detik]
(doc/mau)