Pernyataan Resmi Hotma Sitompul Soal Tuduhan Pihak Desiree Tarigan dan Hotman Paris

Hanif Hawari - detikHot
Kamis, 22 Apr 2021 07:00 WIB
Hotma Sitompul jawab tuduhan istri, Desiree Tarigan
(Foto: Hanif/detikhot) Hotma Sitompul menjawab semua tuduhan baru yang dilemparkan oleh Desiree Tarigan dan ibunya, Muliana Tarigan. Begini keterangan lengkapnya.

Tanggapan mengenai dugaan Penyerobotan Tanah:

- Bahwa yang kami ketahui, RB sudah sangat sulit untuk mengingat sesuatu karena usianya sudah 88 tahun sehingga kami meragukan keterangan-keterangan RB yang beredar di media, kalau perlu Rekan-Rekan wartawan mewawancarai RB secara langsung;

- Bahwa isu HS menyerobot tanah RB perlu kami luruskan. Rumah HS (Jalan Antasari) yang saat ini ditempati bukan diatas tanah RB, HS memperoleh tanah tersebut dengan cara Jual Beli pada Pemiliknya sebelum perkawinan dengan DT (ada akta jual belinya);

- Bahwa tembok yang dibangun adalah upaya agar Pihak DT tidak mengosongkan Rumah HS, karena faktanya Pihak DT sudah mengosongkan 3/4 rumah HS sebelum tembok dibangun.

rumah Desiree Tarigan dan Hotma Sitompul dibatasiRumah Desiree Tarigan dan Hotma Sitompul dibatasi Foto: Noel/detikhot

- Bahwa Terkait mengenai tembok tersebut diduga dibangun diatas tanah RB, silakan dibuktikan dan diukur terlebih dahulu sebelum ramai-ramai diberitakan di media. Namun yang pasti dan dapat kami buktikan bahwa Tanah atas nama HS dibelakang rumah RB seluas 182 m yang sudah digunakan bertahun-tahun oleh RB menjadi Taman dan baru-baru ini dibangun kandang anjing. Namun HS tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut dan tidak pernah melaporkan RB ke Polisi karena penyerobotan tanah, kenapa? Karena HS menyayangi RB, dan mengetahui bahwa RB sudah sangat sulit untuk mengingat sesuatu karena usianya 88 tahun, sehingga mana mungkin HS melaporkan RB. Dan HS yakin RB juga tidak ingin melaporkan HS, namun karena dipengaruhi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga dibuat seolah- olah RB melaporkan HS. Segala cara dilakukan hanya untuk mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat yang tidak tahu sama sekali tentang permasalahan yang sedang terjadi.

Di atas semua itu, masyarakat harus paham bahwa bukan pihak kami (HS) yang terlebih dahulu membuka permasalahan keluarga (yang seharusnya tertutup) ini ke Media, masyarakat bisa melihat sendiri, siapa yang membuka permasalahan ini ke media dengan bumbu-bumbu drama, demi simpati dan dukungan dari masyarakat yang belum tentu mengetahui permasalahan ini secara mendalam.


(hnh/aay)