Ini Alasan Ratu Elizabeth II Tak Serahkan Takhta ke Pangeran Charles

Asep Syaifullah - detikHot
Senin, 22 Mar 2021 16:18 WIB
WINDSOR, ENGLAND - DECEMBER 08: Catherine, Duchess of Cambridge, Prince William, Duke of Cambridge, Queen Elizabeth II, Prince Charles, Prince of Wales and Camilla, Duchess of Cornwall thank volunteers and key workers at Windsor Castle on December 08, 2020 in Windsor, England. The Queen and members of the royal family gave thanks to local volunteers and key workers for their work in helping others during the coronavirus pandemic and over Christmas at Windsor Castle in what was also the final stop for the Duke and Duchess of Cambridge on their tour of England, Wales and Scotland. (Photo by Richard Pohle - WPA Pool/Getty Images)
Foto: Getty Images/WPA Pool
Jakarta -

Belum lama ini santer beredar kabar yang menyebutkan jika Pangeran Charles akan naik takhta menjadi Raja Inggris Raya. Ia pun disebut-sebut tengah menjalani masa transisi untuk jabatan barunya itu.

Namun ternyata Ratu Elizabeth II masih enggan untuk menyerahkan takhta tersebut pada putranya itu. Dilansir dari Page Six disebutkan jika sang ratu merasa kesal dan frustasi melihat kelakuan ayah dari Pangeran Harry tersebut.

Bahkan disebutkan jika Ratu Elizabeth II tak pernah memahami putranya itu dan membuatnya enggan menyerahkan tahta kerajaan Inggris kepadanya.

Hal itu yang membuat dirinya memilih untuk mempercayakan kerajaan Inggris pada Pangeran Andrew yang ternyata memilih mundur usai terlibat skandal seksual bersama dengan Jeffrey Eipstein yang mengakhiri hidupnya di penjara.

"Hingga hari ini ia lebih percaya pada Andrew dan lebih memberikan kesempatan serta maaf pada Andrew dibandingkan Charles," ujar Clive Irving, penulis biografi The Last Queen.

Selain itu disebutkan juga jika Charles memiliki kepribadian yang mirip dengan ayahnya, Pangeran Philip, dan sangat berlawanan dengan Andrew.

"Ia adalah sosok yang arogan dan sangat kasar, karakteristiknya sama dengan ayahnya namun berlawanan seperti halnya kutub dengan adiknya, Andrew," tutur Ingrid Seward, pemimpin redaksi Majesty Magazine.

Hingga saat ini ayah dari Pangeran William dan Harry itu menjadi pewaris tahta terlama sejak 2011, melampaui kakek buyutnya Raja Edward VII yang menunggu takhtanya selama 59 tahun, dua bulan dan 13 hari.

Sementara itu, Ratu Elizabeth II tercatat telah memerintah sejak tahun 1952 silam. Hal ini berarti bahwa sang Ratu sudah menjabat selama hampir 67 tahun, yang membuatnya menjadi pemimpin Kerajaan Inggris dengan periode terlama.

(ass/dar)