Terpapar COVID-19, Begini Kondisi Terkini Adik Julia Perez

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Minggu, 07 Mar 2021 21:34 WIB
Nia Anggia, adik Julia Perez saat tiba di studio Trans TV.
Terpapar COVID-19, Begini Kondisi Terkini Adik Julia Perez. (Foto: Palevi S/detikFoto)
Jakarta -

Adik mendiang Julia Perez, Nia Anggia, diketahui sedang berjuang melawan COVID-19. Awalnya Nia Anggia mengaku sebelum dinyatakan positif COVID-19, datang gejala seperti flu.

"Gejala awalnya aku kena flu, batuk, badan pegal-pegal, agak demam," kata Nia Anggia kepada detikcom dalam sambungan pesan singkat.

Kemudian saat menjalani tes, rupanya benar saja Nia Anggia positif COVID-19. Kemudian di hari ketiga, Nia Anggia mengalami gejala tidak bisa mencium bau dan kehilangan indera perasa.

"Pas dites hari Selasa, malam hasilnya keluar ternyata aku positif COVID-19. Gejala hari ketiga, saya kehilangan indera penciuman, sama sekali nggak bisa cium bau-bauan," kata Nia Anggia.

Untuk sejauh ini, masalah indera penciuman dan perasa itu masih Nia Anggia rasakan. Sehingga dirinya belum bisa merasakan nikmatnya makanan.

"Gejalanya lidah kebas, nggak bisa rasain makan enak. Bisa rasain manis, asin, pedas saja, rasa-rasa gurih dan bau makanan nggak ada," ungkapnya.

Untuk flu sendiri, Nia Anggia akui sudah hilang. Namun saat ini batuk kering pun muncul.

"Gejala pileknya hilang. Sekarang yang ada batuk kering, pusing, indera penciuman hilang, lidah kebas, dan berasa demam tapi nggak demam," kata Nia Anggia.

Sementara itu, Nia Anggia sendiri adalah tipe orang yang meyakini adanya COVID-19. Sehingga dia kini lebih menjaga anaknya dengan vaksin.

"Kalau saya sih percaya-percaya saja ya, karena manusia memang sudah hidup berdampingan dengan virus selama ribuan tahun. Dan yang saya baca diberita efek global warming dunia virus yang tertidur ribuan tahun katanya bisa hidup kembali ya ini mungkin virus salah satunya. Karena saya percaya virus makanya anak-anak saya divaksin," bebernya beropini.

"Saya membuat saya parno ini adalah virus jenis baru, yang vaksinnya dibuat secepat kilat, yang mana efeknya belum diketahui secara pasti," pungkasnya.

(fbr/mau)