Cerita Raisa dan Hamish Sering Parno Self Diagnose Saat Sakit

Nurcholis Maarif - detikHot
Senin, 01 Mar 2021 16:43 WIB
Pandemi COVID-19 turut mengubah cara masyarakat Indonesia dalam mengakses layanan kesehatan.  Slah satunya Aplikasi Good Doctor Siap Layani  Masyarakat Akses Kesehatan
Foto: detikFOTO
Jakarta -

Raisa Andriana dan Hamish Daud mengaku sering parno karena sering self diagnose saat sedang sakit. Keduanya bahkan mengaku sering menghindari artikel tentang kesehatan yang 'menakutkan' yang banyak tersebar di internet.

Awalnya, pasangan keluarga muda itu bercerita semenjak menjadi orang tua mengaku semakin perhatian ke kesehatan anak. Namun menurut Raisa, selain kesehatan anak, kesehatan orang tua juga harus dijaga.

"Semenjak jadi orang tua, jauh lebih concern sama kesehatan anak. Tapi selain kesehatan anak, kesehatan kita sendiri juga. Karena kita tahu sendiri, kita yang sakit, nanti pasti yang ketularan juga anak," ujarnya dalam digital press conference, Senin (1/3/2021).

Menurut Raisa, dengan menggunakan layanan telemedis seperti Good Doctor, banyak ketakutan yang bisa dicegah, misalnya self diagnosis hingga parno terhadap keluhan kesehatan yang sedang diderita.

"Dari Good Doctor banyak yang di-prevent juga, self diagnosis bisa di-prevent juga, self parno bisa di-prevent juga dan benar-benar bisa dapat rekomendasi yang terbaik," ujarnya.

Sementara itu, bagi Hamish, kesehatan bermasyarakat itu bisa dimulai dari grup kecil seperti keluarga. Layanan telemedis untuk berkonsultasi kesehatan menurutnya dapat membantu kesehatan keluarga lebih stabil, terutama di masa pandemi ini.

"lagi ngadepin pandemi yang kita fokusin (kesehatan) rumah tangga, grup kecil harus jaga kesehatan terus. Dengan layanan Good Doctor, kita bisa dapat akses (bahkan) tengah malam, sangat membantu. Lebih pede sebagai orang tua dan itu lebih lancar aja di rumahnya," ujarnya.

"Sebelumnya misalnya anak kita sakit atau salah satu kita sakit, terus suka disaranin cobain (obat) ini, tapi ada yang bilang biasanya kaya gini. Bisa memicu percekcokan kecil. Dengan Good Doctor langsung jawaban dari dokter yang tepat jadi nggak dramatic," imbuhnya.

Sementara itu, menurut Ketua IDI Daeng Faqih, kekhawatiran Raisa dan Hamish terkait parno saat sakit sebenarnya bisa diatasi dengan layanan telemedis seperti Good Doctor. Namun, ia juga mengingatkan akan layanan telemedis menjaga kualitas dokter yang diajak bekerja sama di aplikasi.

"Tadi kekhawatiran Raisa dan Hamish, setiap sakit sedikit parno, di keluarganya parno juga. Parno yang kedua (ketika ingin) datang ke rumah sakit karena takut tertular COVID-19. Telemedis jadi jawaban untuk mengatasi dua parno yang tadi," ujarnya.

"Dokter-dokter yang tergabung di telemedis juga, kami sudah memberikan semacam guidance ke kawan telemedis, bahwa dokter yang bergabung harus terdaftar di negara dan memang sudah memiliki izin, supaya terhindar dari dokter tanda kutip palsu. Jika itu dijaga maka dokter akan memberikan layanan konsultasi yang kredibel untuk masyarakat," pungkasnya.

(ncm/ega)