Herjunot Ali Tutup Bisnis Kuliner di Tokyo, Segini Kerugiannya!

Pingkan Anggraini - detikHot
Jumat, 12 Feb 2021 07:02 WIB
Herjunot Ali saat berkunjung ke kantor detikcom.
Herjunot Ali Tutup Bisnis Kuliner di Tokyo, Segini Kerugiannya! (Foto: Asep Syaifullah/detikHOT)
Jakarta -

Herjunot Ali mengaku banyak merugi usai bisnis kulinernya tutup di Tokyo, Jepang. Hal itu karena pandemi COVID-19.

Dijelaskan Herjunot Ali, ia baru membuka bisnis kulinernya itu sejak November 2019. Namun dalam hitungan beberapa bulan, Herjunot Ali terpaksa menutup bisnisnya pada Februari 2020 setelah pandemi merebak.

Hal itu disampaikan Herjunot Ali kepada awak media saat ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2021).

"Iya (bisnis tutup) yang di Jepang yang di Tokyo," ujar Herjunot Ali.

"Sejak pandemi langsung tutup, jadi saya buka restoran di Tokyo bulan November, Februari langsung tutup," lanjut Herjunot Ali.

Disebut Herjunot Ali, bisnisnya itu memang sengaja ia bangun di Tokyo karena saat itu hendak mengincar acara Olimpiade yang akan diselenggarakan di sana. Namun karena pandemi COVID-19, rencana itu gagal lantaran Olimpiade itu juga dibatalkan.

"Karena kita ngincer Olimpiade dan Olimpiadenya batal. Jadi tim saya sudah siap berangkat ke Tokyo. Tiba-tiba boarder ditutup, sudah nggak bisa ngapa-ngapain lagi," jelas Herjunot Ali.

Selain niat berbisnis, Herjunot Ali juga memiliki niat untuk memperkenalkan makanan khas Indonesia ke luar negeri. Dijelaskannya, makanan khas seperti Soto Betawi menjadi salah satu contoh yang ia jual di Jepang.

"Itu adalah cara saya memperkenalkan Indonesia ke luar negeri," tutur Herjunot.

"Saya bawa Soto Betawi ke luar negeri, sudah dibuka semuanya. Akhirnya harus diserahkan ke warga lokal," tambahnya.

Perihal kerugian yang dialaminya, Herjunot Ali tak mau menjelaskan secara rinci. Ia hanya mengibaratkan dengan gaya hidup yang cukup mahal di Tokyo.

Herjunot Ali hanya menegaskan kerugian yang diembannya seharga motor. Ia mengaku usai kejadian ini tetap kembali bergerak di dunia bisnis, namun belajar dari awal lagi.

"Htung sajalah buka resto di Tokyo. Tokyo kan salah satu kota termahal di dunia. Kenapa saya pilih Tokyo, karena ya misi dari saya berbagi kultur ini loh Indonesia," ungkapnya.

"(Total kerugian) Ya pokoknya lumayan kebelilah motor. Ada hikmahnya, kita bergerak dari nol lagi," tutup Herjunot Ali.

(pig/mau)