Pipit Preman Pensiun Bikin Bangga, dari Masuk Lapas Hingga Jadi Aktor Terkenal

Mauludi Rismoyo - detikHot
Jumat, 29 Jan 2021 19:14 WIB
Pipit Preman Pensiun
Pipit Preman Pensiun Bikin Bangga, dari Masuk Lapas Hingga Jadi Aktor Terkenal. (Foto: Dok. Instagram/pipit_firmansyahpitra)
Jakarta -

Pipit Preman Pensiun meninggal dunia. Ia dinilai sudah bikin bangga banyak orang.

Bernama asli Firmansyah Pitra, ia sempat jadi preman di Bandung. Gara-gara itu, Pipit Preman Pensiun sempat mendekam di Lembaga Permasyarakatan Kebonwaru.

Empat tahun di sel, Pipit Preman Pensiun membuka lembaran baru dalam hidup dengan menjadi wartawan. Ia kerap menulis berita kriminal.

Setelahnya, Pipit Preman Pensiun bergabung ke komunitas bodyguard. Dari situ, ia ditawari main sinetron Preman Pensiun.

Dari kalangan biasa sampai jadi aktor, Pipit Preman Pensiun membuat perubahan hidup yang dirasa luar biasa. Soraya Rasyid sebagai lawan main sampai kagum.

"Awalnya takut sih ketemu beliau, karena kan wah ini preman beneran, tapi ternyata pas kenal lucu banget," ujar Soraya kepada detikcom via telepon, Jumat (29/1/2021).

"Yang aku banggain dari seorang Pipit adalah dia bukan aktor awalnya, tapi dia bisa bermain film, main sinetron dengan amat sangat alami, natural, dan bisa bikin orang ketawa. Di antara semua pemain dan preman di Preman Pensiun itu aku ngefans sama Kang Pipit dan juga sama Kang Komar," lanjutnya.

Soraya Rasyid pun shock banget saat tahu Pipit Preman Pensiun meninggal dunia. Ia menggambarkan sosok Pipit yang baik dan kebapakan.

"Pas dengar kabar jujur kaget, karena dia pernah kayak meninggal terus dipacu lagi detak jantungnya pakai pengejut terus dia hidup lagi. Pokoknya dia itu sosok yang kebapakan, tapi lucu gitu lho. Kita tuh respek sama Om Pipit. Asyik juga orangnya nggak pernah gimana-gimana, biarpun dia preman, dia nggak seram, malah lucu," tutur Soraya.

Pipit Preman Pensiun meninggal di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Ia meninggal usai salat Jumat.

"Tadi habis jumatan, pas mau ke base camp tiba-tiba saja. Terus dibawa ke RS Muhammadiyah," kata Heri, rekan Pipit.

(mau/nu2)