Pertemuan Zarima-Niquita Berlangsung Ricuh
Selasa, 07 Feb 2006 22:47 WIB
Jakarta - Pertemuan Zarima dengan anaknya, Niquita yang diharapkan berlangsung lancar berubah menjadi ricuh. Kakak Zarima bersitegang dengan bodyguard Ferry Juan ketika hendak membawa Niquita. Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung Selasa (7/2/2006) pukul 16.00 itu molor sampai pukul 18.30. Ngaretnya acara tersebut disebabkan karena Zarima yang datang terlambat. Seperti telah diberitakan sebelumnya, pertemuan ini diprakarsai oleh kak Seto yang menjadi mediator antara Niquita dengan Zarima. Pertemuan yang telah ditunggu-tunggu itu berlangsung di kediaman kak Seto di kawasan Cirendeu. Begitu tiba di tempat, Zarima langsung menghampiri Niquita yang tengah berenang di kolam renang halaman belakang. Diiringi sorotan kamera infotainment, Zarima memanggil-manggil Niquita. Niquita yang tengah asyik berenang tak merespon panggilan tersebut. Ketika Zarima mendekatinya di tepi kolam pun ia terlihat cuek saja. Karena naluri seorang ibu yang sudah sebulan lebih tidak bertemu anaknya, Zarima pun masuk ke kolam. Zarima langsung menghampiri dan memeluk Niquita. Emosi yang meluap itu tak direspon sebanding oleh Niquita, anak berusia 5,5 tahun tersebut masih tampak santai-santai saja. Setelah ditunggu wartawan untuk jumpa pers, akhirnya yang keluar adalah kedua kuasa hukum Zarima dan Ferry Juan. Keduanya menjelaskan, pihak yang berseteru sudah sepakat untuk tidak lagi saling menjelek-jelekan di media. Di tengah jumpa pers, Zarima dan Ferry Juan pun muncul. Tanpa banyak basa-basi, Zarima mengungkapkan kekecewaannya terhadap respon sang anak. "Anak saya banyak berubah. Dia nggak kenal saya lagi," keluhnya di hadapan wartawan, Selasa (7/2/2006). Tak mau kalah dengan Zarima, Ferry Juan pun angkat bicara. Ia mengatakan Zarima sebenarnya bisa kapan saja mengunjungi Niquita asal mau mengikuti aturan main Ferry. Mendengar komentar itu Zarima pun panas. Ia merasa selama ini sulit bertemu dengan anak semata wayangnya itu. Saling tuduh dan saling emosi pun berlanjut. Keduanya berdebat panas seputar perebutan hak asuh anak. Walau bukan ayah kandung, Ferry berkeras punya hak asuh anak lewat surat pengadilan Cibinong tertanggal 12 Mei 2002 yang menyatakan Ferry Juan memiliki hak asuh penuh pada Niquita. Menjelang pertengahan jumpa pers, kericuhan pun terjadi. Bodyguard Ferry membawa Niquita masuk ke mobil Ferry Juan. Keluarga Zarima pun tidak terima dengan sikap bodyguard Ferry tersebut.Sebagai protes, kakak Zarima, Zamila lalu berteriak pada Ferry yang tengah berbicara kepada wartawan bersama Zarima. "Ferry kamu jangan bawa lari Niquita," teriak Zamila. Jumpa pers pun berantakan karena kejadian ini. Zarima berusaha mengejar mobil Ferry namun tidak memungkinkan. Merasa tidak terima dibilang menculik, Ferry menghubungi bodyguardnya. Di hadapan wartawan, Ferry berbicara dengan bodyguardnya lewat speaker phone. Bodyguard Ferry mengaku terpaksa membawa Niquita karena keadaan membahayakan. Kak Seto mengaku kecewa dengan kejadian ini. Pertemuan yang diharapkan menjadi titik awal perdamaian Zarima-Ferry malah memicu konflik semakin dalam. "Kalau suasananya sudah reda mungkin akan diadakan pertemuan lagi. Mungkin tanpa media dulu. Sepertinya menunggu keadaan lebih kondusif," jelas kak Seto kepada detikhot, Selasa (7/2/2006). Menanggapi sikap Ferry, Zarima tak mau berpangku tangan. Jika dalam tiga hari Ferry tak mengembalikan Niquita, Zarima mengaku akan melaporkan mantan kekasihnya itu ke Polda Metro Jaya. (fta/)











































