Cerita Pemeran Saras 008 Sukses Garap Bisnis Produk Kecantikan

Yudistira Imandiar - detikHot
Selasa, 24 Nov 2020 15:08 WIB
Nadia Stefanie
Foto: Instagram
Jakarta -

Masih ingat dengan sinetron Saras 008 yang tayang di TV nasional pada awal 2000an? Tayangan itu bercerita soal superwoman bernama Saraswati yang selalu berhasil menumpas kejahatan.

Setelah lama tak terdengar kabarnya, pemeran utama pada sinetron tersebut, Nadia Stefanie menggeluti dunia bisnis. Ia tengah fokus pada bisnis produk perawatan kulit lewat brand Stefskin. Ia membagikan ceritanya dalam berbisnis. Menurutnya, kunci utama dalam membangun bisnis, yakni konsisten agar terus bertahan dalam industri.

"Bisnis itu yang penting bisa bertahan dulu. Setelah bertahan dan benar-benar jalan baru bisa kita kembangkan. Salah satu caranya adalah dengan membuat banyak varian produk sehingga konsumen punya opsi atau pilihan terhadap produk kita," jelas Nadia dalam keterangan tertulis, Selasa (24/11/2020).

Bisnis produk kecantikan yang digawangi Nadia kini semakin berkembang. Salah satu pencapaian terbaik yang didapatkan yakni penghargaan sebagai "Best Product Skincare 2020". Nadia mengaku penghargaan yang didapatkan membuatnya kian termotivasi untuk semakin memperkokoh bisnisnya.

"Penghargaan yang saya terima tentu saya syukuri dan menjadi penyemangat untuk meraih hal hal yang lebih baik lagi ke depannya," katanya.

Produk-produk Stefskin yang Nadia produksi sudah terdaftar di BPOM. Beberapa produk yang dipasarkan di antaranya ragam varian sabun muka (facial wash), cleansing milk, toner, krim siang dan malam, hingga produk serum. Hampir semuanya dikemas dengan warna dominan pink yang merupakan warna favoritnya.

Terkait aktivitas bisnis di masa pandemi COVID-19, Nadia mengatakan sebagai pelaku usaha ia harus bisa beradaptasi dengan situasi pasar yang naik turun. Inovasi dalam berbagai aspek menjadi modal penting untuk bertahan dalam situasi saat ini.

"Pada saat COVID-19 ini tentu menjadi tantangan tersendiri buat pebisnis termasuk saya dan tim. Kami dituntut untuk menyusun strategi yang tepat dengan tetap mempertahankan kualitas produk," ungkap Nadia.

(mul/ega)