Tiara Lestari Menentang Playboy Indonesia
Kamis, 26 Jan 2006 08:41 WIB
Jakarta - Dalam blog nya Tiara menulis sulit membayangkan rencana terbitnya Playboy di negara yang menganggap isi majalah tersebut sebagai suatu hal tabu untuk dijadikan konsumsi publik. Menurut gadis kelahiran 10 Oktober 1980 itu rasanya Playboy memang belum sesuai terbit di Indonesia karena materinya tidak sesuai dengan karakter bangsa."Di masing-masing negara Playboy menawarkan sentuhan konsep yang berbeda, namun menurut saya esensi kontennya tetaplah menyajikan materi yang mayoritas hanya diperuntukkan bagi pria dewasa yang apabila diukur dengan karakter bangsa ini tentulah tidak sesuai," ujar Tiara dalam pernyataan persnya, Selasa (25/1/2006).Model yang pernah tampil untuk majalah-majalah bertaraf internasional seperti FHM Jerman, FHM Singapura, Penthouse Belanda dan Australia itu membandingkan rencana terbitnya Playboy Indonesia dengan majalah Time. Tiara berpendapat Playboy Indonesia bisa diluncurkan asalkan Time mengubah formatnya dari yang tadinya hanya menampilkan berita politik menjadi majalah gosip selebriti Hollywood. "Tapi itu tidak akan pernah terjadi," ucapnya.Apapun penyesuaian yang dilakukan Playboy Indonesia agar bisa terbit, kata Tiara Playboy tetaplah Playboy. Penyesuaian apapun itu nampaknya tidak akan bisa diterima negara ini.Rencana terbitnya Playboy Maret mendatang, mau tak mau menyeret nama Tiara juga. Ia disebut-sebut sebagai salah satu orang yang mungkin akan menjadi cover perdana Playboy. Apa tanggapannya?"Kalau Playboy meminta saya untuk menjadi cover perdana, saya dengan perasaan merasa amat terhormat akan menolaknya," tutur Tiara yang telah memutuskan untuk tidak lagi berpose seronok dan hanya akan menerima pemotretan dengan konsep elegant.Tiara memang menolak tegas jika tawaran dari Playboy Indonesia datang. Namun model yang kini bermukim di Singapura itu tak bisa mengelak andaikan foto-foto dirinya suatu saat nanti muncul di Playboy Indonesia."Mengingat Playboy di suatu negara bisa mengambil foto dari Playboy negara lain tanpa harus ada izin dari saya, maka kemungkinan itu barangkali ada dan secara aturan saya tidak bisa melarangnya," jelas model yang Februari mendatang akan memamerkan foto-fotonya di Bali.Sebelum mengakhiri tulisannya tentang rencana terbitnya Playboy Indonesia, Tiara punya saran untuk orang-orang yang menentang keberadaan majalah tersebut. "Bicaralah dengan dompetmu. Jangan beli Playboy," tandasnya. (eny/)











































