Rumah Digeruduk Pihak Lawan Sengketa Tanah, Ini Tanggapan Dik Doank

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Rabu, 04 Nov 2020 19:14 WIB
Musisi dan praktisi pendidikan, Dik Doank
Dik Doank tanggapi rumahnya yang digeruduk. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Dik Doank mengaku rumahnya yang juga Kandank Jurank Doank disatroni 10 orang, yang diduga dari pihak lawannya. Memang Dik tengah bersengketa tanah dengan ahli waris Madi Kenin.

Menanggapi hal itu, Dik Doank berterus terang. Jika pihak lawan ingin bertemu langsung, dirinya tak masalah. Namun harus dengan cara baik-baik tanpa pakai cara preman.

"Iya, ada videonya. Bagi saya sih kalau ingin ketemu sama Dik Doank, Dik Doank kan cuma sendiri. Datang sendiri saja. Saya selalu menerima tamu, teman-teman juga banyak yang tahu," kata Dik Doank di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (4/11/2020).

"Nggak usah bawa kekuatan yang lain. Ya doakan saja mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua," lanjutnya.

Meski demikian, Dik Doank juga merasa merendah. Pasalnya setiap manusia juga punya kesalahan.

"Karena sepanjang saya mengamati iqra, orang mewarisi tanah berantakan. Tapi kalau mewarisi ilmu mungkin berguna," kata Dik Doank dengan sabar.

Sehingga Dik Doank juga meminta maaf karena perkara ini.

"Jadi sekali lagi mohon maaf lahir batin kalau saya ada kesalahan. Dan mudah-mudahan yang amanah menjadi amanah," lanjutnya.

Sementara itu, Dik Doank juga mengaku sudah 20 tahun tinggal di Kandang Jurank Doank, namun baru kali ini ada masalah sengketa tanah. Sehingga dia menjadikan perkara ini sebagai pelajaran untuknya.

"Ya 20 tahunlah. Tanah itu tidak dipagar. Orang bisa mengambil arah Selatan, Barat, bebas. Karena itu tanah wakaf, kan. Ya ini ujian buat kita semua ya, bahwa perbuatan baik itu berbuah baik," imbuhnya.

"Jadi kita harus menegakkan keadilan, harus menghormati hukum. Jadi bukan soal bagi-bagi warisan, bukan soal bagi-bagi hak. Ini demi benerin dulu nih yang mana yang menjadi haknya," pungkasnya.

Dik Doank saat ini masih menjalani proses sidang kasus sengketa tanah Kandank Jurank Doank melawan Madi Kenin. Ia yakin bisa memenangi kasus tersebut mengingat punya bukti-bukti terkait tempat tersebut.

(fbr/mau)