Cut Memey Dikatai Pelacur

Mobil Dirampas

Cut Memey Dikatai Pelacur

- detikHot
Minggu, 15 Jan 2006 22:39 WIB
Cut Memey Dikatai Pelacur
Jakarta - Demi mendapatkan mobil yang telah diberikannya pada Cut Memey, Jacksen Perangin-angin melakukan berbagai macam bentuk teror. Mulai dari membawa tukang pukul hingga mengatai Memey pelacur.Mobil Honda Odyssey M 3 Y itu kini jadi benda perseteruan Memey dan mantan suaminya Jacksen. Keduanya sama-sama merasa memiliki hak atas mobil tersebut. "Jacksen hanya membayar DP (uang muka) nya. Selama ini cicilan Memey yang bayar," ucap Memey soal mobil yang masih terhitung kredit itu, ditemui detikhot Minggu (15/1/2006) sore di Gedung Film, MT. Haryono, Jakarta Pusat.Mobil tersebut kini ada ditangan Jacksen. Menurut pengakuan pihak pengusaha asal Medan itu melalui pengacaranya Minola Sebayang, Memey menyerahkan mobil tersebut secara sukarela tanpa paksaan. Bahkan kata Minola lagi secara sukarela juga artis cantik itu menandatangani surat pengalihan mobil dari atas nama Memey menjadi nama Jacksen.Seperti sudah diberitakan, Memey mengelak kalau surat pengalihan ditandatanganinya secara sukarela. Kali ini artis cantik itu menceritakan kronologis kejadian yang membuatnya mau menyerahkan mobil mewah tersebut.Aksi teror Jacksen dimulai pada 27 November 2005. Kala itu Memey berangkat syuting dengan menyetir sendiri. Alhasil mobil Honda yang waktu itu masih berada ditangannya, terpakir di lokasi syuting tanpa ditunggui supir. Tak disangka selesai syuting ia mendapati mobilnya, dicoret panjang dengan kata-kata kotor. Di badan mobil ada tulisan pelacur dan alat kelamin pria.Kejadian kurang mengenakkan kembali berlanjut pada 29 November 2005. Saat itu Memey berangkat ke lokasi syuting dengan mobilnya yang lain. Ia meninggalkan mobil Honda di rumah karena malu coretan kata-kata tidak senonoh belum hilang."Mama tiba-tiba telepon ngasih tahu aku Supri (supir Jacksen) datang ngambil mobil. Katanya mobilnya dia yang Innova tabrakan di Cirebon. Mama nggak curiga karena sebagai suami-istri harus berbagi kan. Nggak tahunya besok paginya, teman aku ada yang lihat mobil aku ada di dekat Parung. Berarti bohong dia," cerita Memey.Setelah sekian lama tak ada teror, pada 12 Desember 2005 pukul 03.00 WIB, Jacksen bersama sang istri Suharyati datang ke rumah Memey di kawasan Bekasi. Menurut penuturan Memey, mantan suaminya tersebut tiba bersama beberapa tukang pukul untuk marah-marah.Tak terima anaknya diperlakukan semena-mena, ayah Memey, Samsul Bahri meminta Jacksen pergi meninggalkan rumahnya dan kembali pada Suharyati. Sejak saat itu Samsul menyatakan Jacksen tak berhak lagi atas Memey karena ternyata ia belum menceraikan Suharyati.Peristiwa dini hari tersebut menjadi petaka selanjutnya untuk artis yang kini sibuk membintangi sinetron 'Tawakal 2' itu. Ancaman demi ancaman terus menguntitnya.Pada 12 Desember 2005, sore harinya, Jacksen mengirim seseorang bernama Jimy untuk menemui Memey di lokasi syuting. Jimy meminta Memey menandatangani surat pengalihan mobil. Namun wanita 25 tahun itu menolak karena merasa mobil tersebut adalah miliknya."Dia terus-menerus minta tanda tangan. Bawa tukang pukul sampai berganti-ganti. Akhirnya karena takut, Memey tandatangan. Memey dalam tekanan," tuturnya. Selama meneror, Jacksen ternyata sempat menemui Memey untuk memohon maaf dan meminta kembali. Kata Memey, maaf memang ia berikan. Namun pintu hatinya sudah tertutup. Sampai kapanpun ia tak mau lagi berhubungan dengan pria yang kerap menyiksanya itu.Entah karena cinta atau guna-guna, Jacksen rupanya tak terima dengan jawaban Memey yang tak mau menerimanya lagi sebagai kekasih. Ancaman dan teror kembali ia lakukan. Pada 8 Januari 2005, sepulang dari syuting mantan presenter infotainment Zoom In itu dikuntit oleh Jacksen dan orang-orang suruhannya.Memey mendengar kabar ia akan diciduk untuk dipaksa kembali bersama Jacksen. Merasa ketakutan dan jiwanya terancam, Memey berlindung ke Polantas Pancoran."Saya sampai takut pulang. Baru berani setelah Tante Elza (pengacara Memey, Elza Syarief-red) menjemput saya," ucapnya.Saat ini Memey berani pulang ke rumah setelah melaporkan Jacksen ke Polres Jakarta Timur. Ia yakin pihak yang berwajib segera menangani kasusnya tersebut sehingga ia bisa hidup dengan tenang lagi. (eny/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads