Farah Quinn Bagikan Tips biar Anak Nggak Suka Pilih Makanan

Faidah Umu Sofuroh - detikHot
Senin, 27 Jul 2020 21:15 WIB
lidah kucing farah quinn
Foto: Youtube Farah Quinn
Jakarta -

Selama ini banyak orang tua yang menganggap anak-anak lebih suka makan makanan yang manis dan enggan makan sayur. Padahal ternyata pola makan anak itu dibentuk oleh orang tuanya. Selebriti Chef Farah Quinn yang juga seorang ibu dari dua orang anak mengatakan anak memiliki palate (cita rasa) yang bersih pada awalnya. Menurutnya, kebiasaan orang tua memberikan anak makanan instan ini lah yang membuat anak menjadi picky eater.

"Anak-anak nggak suka makan sayur karena dibentuk oleh orang tua. Jangan pernah salah kaprah. Bayi yang baru dilahirkan. They have very clean palate, kita ngasih bubur instan yang mengandung tepung jagung, gula pasir. Akibatnya, mereka malah suka makan gula pasir dan enggak mau yang lain lagi," kata Farah Quinn di acara HaiBunda Hari Anak Nasional 1 Hari 3 Cerita bersama Mola TV, Senin (27/7/2020).

Melihat masalah yang banyak dihadapi orang tua ini, Farah akhirnya memilih untuk mengadopsi gaya parenting luar negeri dan belajar dari dokter di Amerika Serikat untuk memahami cara memberi makan anak dengan sehat dan membentuk palate anak dengan baik. Ia pun jadi sering mengajak putri bungsunya, Almayra, untuk berkegiatan di dapur.

Farah menceritakan anak bungsunya yang akrab disapa Yaya itu sudah senang mengikutinya memasak makanan hingga membuat kue di dapur sejak berusia 21 bulan. Farah berujar tujuannya mengajak Yaya memasak di dapur yaitu untuk mengenalkan makanan sehat pada anaknya.

"Kenapa penting mengenalkan makanan sehat? Si kecil perutnya kecil sekali, kalau dikasih makanan yang kurang bergizi, kapan mereka dapat asupan gizi untuk bisa tumbuh kembang dengan baik?" ujarnya.

Ia mengaku memberikan anaknya makanan yang natural sejak memasuki usia MPASI. Menurutnya, selama ini tak ada masalah yang berarti terhadap pola makan anaknya. Yaya, juga melahap semua makanan yang ia berikan tanpa protes sedikit pun.

"Dari situ palate mereka terbentuk. Di usia 6 bulan, saya beri anak makanan supernatural, wortel, dan kacang polong. Dia (Yaya) juga sama sekali enggak ada masalah makan. Dia makan yoghurt plain, makan anggur, jeruk seperti permen," ucapnya.

Ia menambahkan penting bagi orang tua untuk tidak mengenalkan anak-anak dengan garam, gula, dan lemak sejak dini atau di bawah satu tahun. Sementara, jika orang tua merasa sedikit terlambat, anak sudah keburu picky eater, Farah Quinn menyarankan untuk memulai semuanya dari makanan favorit si anak.

"Masak untuk kecil itu mudah, sebelum 1 tahun jangan kasih gula garam. Tapi kalau anak sudah terlanjur picky eater, (berikan) anak (makanan favoritnya) misalnya nasi telur kecap manis, mungkin kita tambahin sesuatu di situ, irisan sayur. Triknya dimulai dari mereka yang suka terus pelan-pelan dikembangkan," tuturnya.

Farah Quinn juga mengenalkan berbagai masakan di dunia lewat makanan yang ia sajikan sehari-hari di rumah. "Biar si kecil adventurous dalam mengeksplorasi makanan. It's never too late," ujarnya.

Di Mola TV Kids, Farah Quinn bersama Yaya juga memiliki program masak yaitu Cooking Impossible. "Cooking impossible, is a very fun show. Melihat Yaya masak itu the funniest and cutest thing ever, mengekspresikan kreativitasnya di dapur," kata Farah Quinn.

"Saya bikin 2 menu, menu pertama selalu yang simpel, sehari-hari. Menu kedua, masak satu resep yang belum pernah saya coba. Dari traveling, walau saya chef banyak resep yang belum saya coba," ujar dia.

Sejalan dengan Hari Anak Nasional 2020 yang bertema Anak Bahagia di Rumah, Farah Quinn pun memberi pesan untuk para orang tua di Indonesia, begini pesannya.

"Masalah yang kita hadapi selain stunting adalah obesity. Saya harap semua ibu-ibu muda bisa mendapat akses untuk mendapat ilmu dan sadar untuk menjaga kesehatan anak," kata Farah Quinn.

"Berikan moral support, gimana kita berkomunikasi dengan si kecil itu penting sekali. Dulu anak nggak bisa argue. Tapi berbeda dengan approach kita si kecil sekarang, kita harus hargai pendapat mereka," ujarnya.

"Penting sebagai orang tua peduli psikologis mereka, ajak diskusi, dengarkan pendapat anak. Happy parenting, dan ingat semuanya harus dimulai dari rumah. Perhatikan nutrisi si kecil karena mereka adalah investasi yang luar biasa," pungkasnya.

(prf/ega)